Kedekatan Purbaya Dalam Menjaga Etika Penerima Beasiswa LPDP
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil tindakan tegas terhadap penerima beasiswa LPDP yang melakukan penghinaan terhadap negara. Dalam konferensi pers di Jakarta, ia menekankan pentingnya etika dalam menyampaikan pendapat publik.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Purbaya mengungkapkan bahwa sanksi berupa blacklist akan diberlakukan bagi mereka yang terbukti melakukan penghinaan, sehingga tidak dapat bekerja di lingkungan pemerintahan. Ini menjadi pengingat akan tanggung jawab para penerima beasiswa.
Purbaya dengan jelas menyatakan, 'saya harapkan ke depan, teman-teman yang mendapatkan pinjaman LPDP, kalau tidak senang ya tidak senang. Tapi jangan menghina-hina negara lah, jangan begitu.' Pernyataan tersebut bertujuan untuk menegaskan pentingnya menjaga sikap saat berpendapat.
Ia mengonfirmasi bahwa mereka yang melanggar etika akan dimasukkan dalam daftar blacklist. 'Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk,' ujarnya dengan tegas, menyoroti sanksi yang akan diterapkan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Purbaya menegaskan bahwa kritik diperbolehkan asalkan disampaikan dengan cara yang sopan dan bertanggung jawab. Ia menekankan perbedaan antara kritik konstruktif dan penghinaan, 'Kalau enggak patriotis enggak apa-apa, tapi jangan menghina negara deh.'
Ia juga mendorong penerima LPDP untuk memahami posisi mereka sebagai duta negara, yang seharusnya memancarkan rasa bangga terhadap tanah air. Hal ini diharapkan dapat menciptakan suasana kritik yang lebih positif dan konstruktif.
LPDP adalah program beasiswa yang dikelola oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri. Program ini dibiayai oleh dana abadi pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pernyataan Purbaya muncul setelah seorang alumnus LPDP, yang berinisial DS, menjadi viral di media sosial karena pernyataannya. Ia mengungkapkan, 'Cukup saya WNI, anak jangan,' setelah menerima dokumen dari Home Office Inggris yang menyatakan bahwa anaknya menjadi warga negara Inggris.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: