Kisah Lima Warga Bangladesh yang Disekap di Bali, Satu Berhasil Melarikan Diri
Lima pria warga negara Bangladesh diduga disekap di sebuah vila di Desa Pemuteran, Buleleng, Bali. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berhasil melarikan diri dan meminta bantuan kepada pihak berwenang.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Kepala Seksi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengidentifikasi korban sebagai Abdul Hossain, Din, Abdul Rahman, Shamim Miah, dan Mohammad Sana Ullah. Mereka dijanjikan pekerjaan di Australia oleh pelaku bernama Nuruzzaman yang juga dari Bangladesh.
Para korban tiba di Bali pada 19 Januari 2026 dengan harapan mendapatkan pekerjaan di Australia. Namun, mereka justru dibawa pelaku ke vila di Desa Pemuteran pada 16 Februari 2026 dan diduga disekap selama satu hari.
Di vila tersebut, kelima pria ini diikat dan diancam dengan pisau oleh Nuruzzaman. "Korban diikat dan dilakban. Pelaku juga sempat mengancam menggunakan pisau," jelas Yohana.
Situasi menjadi semakin kritis saat para korban tidak bisa menghubungi orang luar hingga salah satunya berhasil melarikan diri dan mencari bantuan.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Karyawan vila tidak mengetahui adanya penyekapan hingga salah satu korban berhasil melarikan diri dan menuju Komando Pendidikan dan Latihan Tempur. Setelah mendapatkan informasi, pihak Dodiklatpur berkoordinasi dengan Polsek Gerokgak.
Proses penyelamatan berlanjut dengan Polres Buleleng yang akhirnya berhasil menyelamatkan kelima korban. Ipda I Ketut Yulio Saputra, Kanit III Sat Reskrim Polres Buleleng, memastikan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
Sebanyak lima korban disekap selama satu hari, dan saat ini mereka telah diselamatkan dalam kondisi yang baik.
Polisi sedang mendalami lebih jauh terkait motif penyekapan serta kemungkinan tindak pidana lain yang terlibat. Rencana penyidikan ini menjadi krusial untuk mengungkap bagaimana pelaku bisa menjebak korban.
Kejadian ini menekankan pentingnya kerjasama antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menghadapi masalah penyekapan dan penipuan yang sering terjadi. Kolaborasi ini dapat mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini demi perlindungan warga negara asing yang berada di Indonesia.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: