BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 12:20 WIB

Indonesia dan AS Sepakat Tarik Tarif Ekspor, Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Indonesia dan AS Sepakat Tarik Tarif Ekspor, Perkuat Kerja Sama EkonomiIndonesia dan AS Sepakat Tarik Tarif Ekspor, Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat baru saja menyepakati penurunan tarif ekspor, dari 32% menjadi 19% untuk produk-produk Indonesia ke pasar AS. Kesepakatan ini juga membuka 99% akses bagi produk AS ke Indonesia, meningkatkan sinergi ekonomi antara kedua negara.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Menko Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, dan Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer. Kesepakatan ini akan mulai berlaku 90 hari setelah penyelesaian proses hukum di masing-masing negara.

Detail Kesepakatan Tarif dan Implementasi

Kesepakatan antara Indonesia dan AS mencakup sejumlah ketentuan baru, di mana semua ekspor Indonesia ke AS akan dikenakan tarif dasar sebesar 19%. Beberapa produk, termasuk minyak sawit, kopi, dan kakao, akan tetap bebas dari tarif untuk meningkatkan daya saing di pasar AS.

Dokumen yang dikeluarkan oleh pihak terkait menyatakan bahwa penurunan tarif ini merupakan bagian dari komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan perdagangan. Rencana ini menunjukkan adanya kontribusi aktif dari kedua pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi satu sama lain.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Komitmen Pembelian Bernilai Tinggi

Dalam perjanjian ini, Indonesia juga berkomitmen untuk membeli produk dan jasa dari AS senilai total US$ 33 miliar. Komitmen ini terbagi dalam tiga sektor utama: energi, aviasi, dan produk pertanian, yang diharapkan dapat memperkuat basis ekonomi di dalam negeri.

Sebagai bagian dari sektor energi, Indonesia telah menyepakati untuk membeli produk senilai US$ 15 miliar. Pembelian ini termasuk LNG, minyak mentah, serta produk-produk dari kilang dan LPG, menunjukkan fokus Indonesia pada diversifikasi sumber energi.

Nota Kesepahaman dan Peluang Kerja Sama

Di samping itu, pada tanggal 18 Februari 2026, pemerintah juga menandatangani 11 nota kesepahaman (MoU) yang memberikan landasan tambahan untuk kerja sama bilateral. Total nilai dari MoU tersebut diperkirakan mencapai US$ 38,4 miliar, mencakup berbagai sektor penting.

Beberapa area kerja sama ini berfokus pada pengembangan mineral kritis dan hilirisasi silika, yang bertujuan untuk memproduksi semikonduktor, sebuah langkah strategis bagi Indonesia dalam mengembangkan industri teknologi yang berkelanjutan.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Indonesia dan AS Sepakat Tarik Tarif Ekspor, Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!