Mencegah Gangguan Jantung Melalui Kebiasaan Sehari-hari
Kebiasaan sepele dalam kehidupan sehari-hari ternyata dapat berimplikasi besar terhadap kesehatan jantung. Gangguan irama jantung, seperti Atrial fibrilasi, menjadi salah satu ancaman utama yang harus diwaspadai.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Dokter spesialis jantung mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya masalah ini, khususnya di tengah pola hidup modern masyarakat Indonesia.
Atrial fibrilasi merupakan jenis aritmia yang paling umum dan dapat memengaruhi fungsi jantung seseorang. Dokter spesialis jantung dari Eka Hospital, Ignatius Yansen, menyatakan bahwa kondisi ini menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.
Sistem kelistrikan alami pada jantung berfungsi untuk menjaga detak jantung tetap stabil. Namun, faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas dapat menggangu sistem ini, menambah risiko terjadinya atrial fibrilasi.
Seiring bertambahnya usia, risiko atrial fibrilasi juga semakin meningkat. Bagi individu yang berusia di atas 80 tahun, angka kejadian atrial fibrilasi mencapai 15-20 persen.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Mengatasi atrial fibrilasi bukan hanya soal pengobatan, namun juga manajemen faktor risiko yang menyeluruh. Stabilnya kadar gula darah sangat penting bagi pasien diabetes, sedangkan mereka yang menderita hipertensi perlu disiplin dalam mengendalikan tekanan darah.
Untuk individu dengan obesitas, disarankan untuk menurunkan berat badan secara bertahap. Gangguan tidur, seperti sleep apnea, juga harus mendapat perhatian khusus.
Ignatius mengatakan, 'Tata laksana pertama dari atrial fibrilasi adalah kita harus menangani faktor risikonya.'
Dengan gejala yang sering kali tidak menonjol, gangguan irama jantung dapat datang tanpa disadari. Tanda-tanda seperti jantung berdebar, mudah lelah, atau napas terasa lebih pendek saat beraktivitas sering kali diabaikan.
Namun, jika tidak ditangani, kondisinya dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti stroke dan gagal jantung. Hal ini menjadikan perubahan gaya hidup sangat krusial untuk diperhatikan.
Ignatius menekankan, 'Mengurangi konsumsi alkohol, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah bukan sekadar saran umum melainkan langkah nyata untuk melindungi 'baterai' alami jantung.'
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: