Aturan Baru untuk Penjualan Blind Box Singapura: Upaya Cegah Kecanduan Perjudian
Pemerintah Singapura akan segera memberlakukan regulasi baru terkait penjualan blind box guna menanggulangi risiko kecanduan perjudian di kalangan masyarakat.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Langkah ini diambil setelah peninjauan mendalam tentang dampak model bisnis barang koleksi yang diminati anak-anak dan remaja.
Blind box adalah kemasan tertutup yang berisi barang koleksi secara acak, seperti action figure dan aksesori. Konsumen tidak tahu apa yang ada di dalamnya, menciptakan unsur kejutan yang dapat menarik tetapi juga menimbulkan kecanduan.
Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, mengungkapkan, "Kami telah mempelajari isu ini secara komprehensif dan memutuskan untuk memperkenalkan aturan baru untuk melindungi masyarakat dari risiko perjudian."
Dengan aturan baru yang sedang disusun, diharapkan dapat mengatasi risiko tersembunyi yang sering ada dalam model bisnis barang koleksi ini, yang sangat menarik bagi kalangan muda.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Pasar blind box telah menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan nilai pasar global yang diperkirakan mencapai 11,38 miliar dolar AS pada 2021. Angka ini diprediksi akan meningkat menjadi 24,2 miliar dolar AS pada tahun 2033.
Salah satu produk paling terkenal adalah Labubu dari Pop Mart, yang dipopulerkan oleh Lisa dari grup K-pop Blackpink, menunjukkan daya tarik tinggi terhadap produk koleksi ini.
Selain Labubu, merek-merek asal Jepang seperti Mofusand dan Sonny Angels juga mendapatkan perhatian. Jenis koleksi ini tidak hanya diminati oleh anak-anak tetapi juga oleh kolektor dewasa.
Singapura melihat contoh dari negara lain seperti China, yang telah melarang penjualan blind box kepada anak-anak di bawah 8 tahun. Nasionalisasi regulasi ini menjadi prioritas di Singapura, mengingat kekhawatiran tentang kecanduan perjudian.
Saat ini, Singapura belum memiliki undang-undang yang jelas terkait blind box, tetapi pemerintah merencanakan sistem lisensi untuk penjualannya melalui GRA.
Langkah ini menjadi penting setelah polisi Singapura meminta operator mesin penjual hadiah misteri untuk menghentikan operasional mereka pada tahun 2018, dengan alasan kegiatan tersebut merupakan bentuk lotere publik yang dilarang.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: