CEO Hyatt Mundur setelah Keterlibatan Kontroversial dengan Jeffrey Epstein
Thomas Pritzker, Kepala Eksekutif Hyatt, mengumumkan pengunduran dirinya setelah terungkap hubungan dekatnya dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang dikenal luas. Keputusan ini diambil menyusul publikasi email yang mengungkap dampak hubungan tersebut terhadap reputasi Hyatt.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Dalam pernyataan resminya, Pritzker menyatakan bahwa pengundurannya adalah langkah tanggung jawab moral demi melindungi nama perusahaan. Situasi ini semakin diperdalam dengan rilis dokumentasi yang mencakup ribuan korespondensi email yang menyoroti keterlibatannya.
Pengunduran diri Thomas Pritzker terjadi setelah sejumlah email dipublikasikan, menunjukkan hubungan dekatnya dengan Epstein. Hubungan ini terungkap meskipun Epstein sudah dihukum pada 2008 atas kasus prostitusi anak di bawah umur.
Setelah kematiannya yang diumumkan sebagai bunuh diri pada 2019, fokus tetap pada jaringan koneksi Epstein dengan tokoh berpengaruh lainnya, termasuk Pritzker, yang kini menodai reputasi Hyatt.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dalam keterangan resmi, Pritzker menyampaikan penyesalan atas interaksinya dengan Epstein dan Ghislaine Maxwell, yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara. Ia menegaskan pentingnya menjaga reputasi perusahaan di tengah skandal ini.
Hyatt juga mengonfirmasi pengunduran diri Pritzker dan menyatakan bahwa dia tidak akan mencalonkan diri kembali di dewan direksi pada pertemuan pemegang saham mendatang. Keputusan ini menunjukkan dampak yang mendalam dari keterlibatannya dalam skandal tersebut.
Media melaporkan bahwa salah satu email dari tahun 2018 mencerminkan kedekatan Pritzker dan Epstein, dengan Epstein meminta bantuan terkait perjalanan. Respons Pritzker yang ambigu kini memicu perdebatan tentang etika dalam kepemimpinan bisnis.
Menariknya, Thomas Pritzker adalah sepupu dari Gubernur Illinois, J.B. Pritzker, yang menjadi kandidat potensial untuk pemilihan presiden mendatang. Keterkaitan ini menambah kerumitan dalam dampaknya terhadap pengunduran diri Pritzker.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: