Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Kunjungan ke China untuk Negosiasi Utang KCJB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China untuk membahas utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB, yang juga dikenal dengan nama Whoosh.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Kunjungan ini bisa melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jika pembayaran utang diambil dari dana pemerintah.
Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa ia siap berangkat ke China untuk menghadiri pertemuan dengan pihak keuangan China jika pelunasan utang proyek KCJB memerlukan dana dari APBN.
Dia menyatakan, "Kalau saya yang bayar, saya akan ke China saya sendiri. Tapi saya belum tahu ya. Saya akan double check lagi." Pernyataan ini mencerminkan komitmennya untuk mengawasi proses negosiasi secara langsung.
Walaupun kunjungan ini telah direncanakan, Purbaya mengingatkan bahwa masih banyak hal yang perlu disinkronkan. Dia menambahkan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari tim yang bertugas menegosiasikan kewajiban utang proyek.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dalam penjelasannya terbaru, Purbaya menyatakan bahwa meskipun negosiasi berlangsung, belum ada keputusan akhir terkait skema pelunasan utang.
Dia mengatakan, "Dilibatkan yang waktu itu ya. Tapi kalau yang tadi kan selalu ada perkembangan-perkembangan, tapi saya enggak tahu final apa belum." Ini menunjukkan bahwa proses diskusi masih terus berlanjut.
Kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diperkirakan mencapai Rp116 triliun, dengan rencana pelunasan bertahap sekitar Rp1,2 triliun per tahun.
Purbaya juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menunggu penjelasan dari pihak China terkait syarat dan ketentuan yang harus ditaati dalam negosiasi.
Ia menyatakan, "Kita lihat kondisinya dari Cina seperti apa, apa persyaratan dari Cina." Informasi ini penting untuk menyukseskan negosiasi dan menentukan skema pelunasan yang akan diterapkan.
Keputusan akhir mengenai pelunasan utang sangat tergantung pada hasil pembicaraan di China serta respons dari pihak terkait terhadap syarat yang diajukan.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: