BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 12:14 WIB

Prediksi Indonesia Jadi Pusat Serangan Siber 2025

Prediksi Indonesia Jadi Pusat Serangan Siber 2025Prediksi Indonesia Jadi Pusat Serangan Siber 2025

Indonesia diproyeksikan menjadi pusat serangan spam dan malware terbesar pada tahun 2025, menurut laporan terbaru dari AwanPintar.id.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Laporan tersebut menyoroti total 234.528.187 serangan yang diperkirakan terjadi di paruh kedua tahun 2025, dengan rata-rata 15 serangan setiap detiknya.

Peningkatan Serangan Siber

Laporan berjudul 'Indonesia Waspada: Ancaman Digital di Indonesia Semester 2 Tahun 2025' mencatat lonjakan jumlah serangan siber selama periode ini, mencapai angka yang mencengangkan.

Rata-rata serangan per detik menunjukkan peningkatan 75,76 persen dibandingkan semester pertama tahun yang sama. Pada bulan Desember 2025 saja, tercatat lebih dari 90 juta insiden serangan.

Kenaikan signifikan ini diduga kuat berhubungan dengan aktivitas Distributed Denial-of-Service (DDoS) serta lonjakan transaksi digital yang khas pada akhir tahun.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Pola Serangan yang Terorganisir

Founder AwanPintar.id, Yudhi Kukuh, menekankan bahwa pola serangan kini menunjukkan kecenderungan yang semakin terorganisir.

Ia menjelaskan, 'Pelaku serangan siber dalam negeri tidak lagi hanya bergerak secara individu, melainkan mulai menunjukkan pola kerja sama yang terorganisir untuk menargetkan layanan publik dan platform ekonomi.'

Serangan spam yang dikirim dari Indonesia juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai porsi 56,29 persen pada paruh kedua 2025, melompat dari 21,45 persen di awal tahun.

Kerentanan dan Eksploitasi Keamanan

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memimpin dalam penyebaran malware, dengan kontribusi mencapai 61,32 persen di global.

Data ini menunjukkan banyaknya server, PC, dan perangkat Internet of Things (IoT) domestik yang terinfeksi, yang dimanfaatkan untuk menyebarkan serangan lebih luas.

Eksploitasi terhadap celah keamanan infrastruktur jaringan dan sistem juga meningkat, dengan penyerang beralih ke protokol jaringan penting yang digunakan oleh usaha kecil dan masyarakat umum.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Prediksi Indonesia Jadi Pusat Serangan Siber 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!