BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 12:12 WIB

Kematian Tragis Siswa SMPN 26 Bandung di Kawasan Bekas Wisata

Kematian Tragis Siswa SMPN 26 Bandung di Kawasan Bekas WisataKematian Tragis Siswa SMPN 26 Bandung di Kawasan Bekas Wisata

Seorang siswa berinisial ZAAQ dari SMPN 26 Bandung ditemukan meninggal di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penemuan ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga dan teman-temannya yang mengenalnya sebagai sosok pendiam dan baik hati.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Kejadian tragis ini terjadi setelah ZAAQ dilaporkan hilang setelah pulang dari sekolah pada 9 Februari 2026. Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian siswa tersebut.

Kronologi Penemuan Jasad

ZAAQ merupakan siswa kelas VI yang terakhir kali terlihat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Setelah itu, ia tidak kembali ke rumah, dan keluarga melaporkan kehilangan kepada pihak sekolah dan polisi.

Pencarian yang dilakukan oleh pihak keluarga serta kepolisian terhambat akibat kurangnya petunjuk hingga akhirnya pada 13 Februari 2026, jasadnya ditemukan. Penemuan ini terjadi ketika seorang warga mencium bau menyengat di area eks Kampung Gajah saat sedang membuat konten.

Setelah melaporkan kepada petugas keamanan, jasad ZAAQ segera dievakuasi dan dibawa untuk dilakukan identifikasi.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Identifikasi dan Reaksi Pihak Sekolah

Setelah jasad ditemukan, polisi mengonfirmasi identitasnya dan melakukan autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih. Kepala SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, menyebutkan bahwa ZAAQ adalah siswa yang tidak pernah bermasalah dan memiliki perilaku baik di sekolah.

Titin juga menambahkan, meskipun ZAAQ dikenal sebagai anak pendiam, ia memiliki kedekatan yang kuat dengan keluarganya. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi semua civitas akademika SMPN 26 Bandung.

Banyak teman dan guru yang merasa kehilangan, sementara pihak sekolah menyatakan pentingnya menjaga kesehatan mental dan keselamatan siswa.

Penyidikan dan Tindak Lanjut

Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian ZAAQ. Penanganan kasus ini melibatkan analisis data yang diperoleh selama pencarian dan olah tempat kejadian.

“Kami ingin memastikan proses hukum berjalan transparan dan cepat untuk memberikan kepastian kepada keluarga dan masyarakat,” ujar AKBP Niko.

Pihak sekolah dan keluarga berharap agar kejadian ini tidak terulang dan meminta semua pihak untuk saling menjaga satu sama lain.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kematian Tragis Siswa SMPN 26 Bandung di Kawasan Bekas Wisata

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!