Kapolri Peringatkan Bahaya Judi Online di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa judi online kini menjadi isu serius, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Dalam acara pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, Jenderal Listyo menekankan dampak negatif dari perkembangan teknologi yang memicu peningkatan kejahatan tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Keberadaan judi online sudah meresahkan, dan pelajar serta mahasiswa merupakan yang paling rentan terpengaruh. Hal ini memerlukan perhatian khusus dari masyarakat dan pemerintah agar tindakan preventif dapat segera dilakukan.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa judi online menjadi tantangan yang harus dihadapi masyarakat seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. "Kita masih diganggu dengan berbagai macam tantangan. Perkembangan teknologi di satu sisi ini juga berdampak kepada kejahatan, dan yang paling marak salah satunya adalah judi online," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa pemain judi online datang dari beragam kalangan, namun pelajar dan mahasiswa mendominasi. "Saya kira ini menjadi tantangan kita bersama. Pemainnya juga kebanyakan adalah pelajar ataupun mahasiswa, nomor dua karyawan, nomor tiga wiraswasta, dan seterusnya," tambahnya.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Kapolri menunjukkan keprihatinannya terhadap banyaknya anak di bawah umur 18 tahun yang terlibat dalam judi online. "Beberapa waktu yang lalu juga pernah saya sampaikan bahwa banyak anak-anak di bawah umur 18 tahun yang ikut menjadi pemain judi online. Ini tentunya keprihatinan kita bersama untuk bisa memerangi hal tersebut," tuturnya.
Keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam perjudian online jelas berdampak signifikan pada kesehatan mental dan sosial mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya bersama untuk menanggulangi masalah ini di tingkat masyarakat.
Dalam rangka mengatasi permasalahan ini, Jenderal Sigit menegaskan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga. "Kami tentunya memerintahkan seluruh jajaran untuk terus bekerja sama dengan kementerian lembaga, dengan Kominfo, dengan seluruh elemen masyarakat untuk bisa mengedukasi agar kita bisa menekan angka judi online," jelasnya.
Melalui pendidikan dan sosialisasi yang tepat, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai dampak negatif judi online kepada anak-anak dan remaja dapat meningkat. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dianggap kunci dalam menanggulangi fenomena ini.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: