BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 13:45 WIB

Rusia Siap Blokir Total WhatsApp, Ini Alasannya

Rusia Siap Blokir Total WhatsApp, Ini AlasannyaRusia Siap Blokir Total WhatsApp, Ini Alasannya

Pemerintah Rusia mengumumkan langkah untuk membatasi akses terhadap WhatsApp dan berencana memblokir aplikasi ini sepenuhnya. Dengan lebih dari 100 juta pengguna di Rusia, langkah ini diyakini akan mengisolasi komunikasi mereka.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

WhatsApp mengonfirmasi informasi tersebut melalui akun resmi mereka di X, menyatakan kekhawatiran tentang dampak dari keputusan pemerintah Rusia ini. Pembatasan ini merupakan kelanjutan dari upaya yang sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu.

Tindakan Pemblokiran dan Alasannya

Pemerintah Rusia telah mengambil langkah menghapus aplikasi WhatsApp dari direktori online Roskomnadzor, yang merupakan lembaga pengawas komunikasi di negara tersebut. Hal ini, menurut laporan dari Financial Times, adalah bagian dari pembatasan yang telah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, memberikan penjelasan bahwa pemulihan akses WhatsApp masih mungkin jika Meta, perusahaan induk WhatsApp, bersedia mematuhi undang-undang yang berlaku. "Jika perusahaan tetap tidak mau kompromi, bisa saya katakan, menunjukkan ketidaksiapan dalam dialog dengan pemerintah Rusia," ujar Peskov, dikutip dari Reuters.

Tuduhan di balik larangan ini adalah bahwa WhatsApp digunakan untuk aksi kriminal di Rusia. Juru bicara Roskomnadzor juga menambahkan bahwa aplikasi ini telah berkontribusi dalam pengorganisasian aksi teror dan penipuan.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa

Dampak Terhadap Pengguna dan Alternatif Aplikasi

Pembatasan komunikasi mulai terasa oleh ribuan pengguna WhatsApp di Rusia, terutama saat momen-momen penting seperti Natal dan Tahun Baru. Banyak di antara mereka mengeluh kesulitan dalam berkomunikasi tanpa aplikasi yang telah menjadi indispensable dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum WhatsApp, pemerintah Rusia juga membatasi akses ke aplikasi Telegram dengan alasan serupa. Penggunaan kedua aplikasi tersebut dianggap penting oleh masyarakat, dengan risiko tinggi bagi mereka yang ingin menjaga privasi.

Sebagai solusi, pemerintah Rusia menyarankan warganya untuk beralih ke aplikasi lokal bernama Max. Aplikasi ini dirancang sebagai super-app, menyerupai WeChat di China, dan kini merupakan aplikasi resmi pada perangkat baru yang dijual di Rusia.

Strategi Pengawasan dan Reaksi Internasional

Pavel Durov, CEO Telegram, menyatakan bahwa pemblokiran aplikasi asing adalah bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan sensor terhadap masyarakat. Ia juga berpendapat, "Membatasi kebebasan warga tidak akan pernah menjadi jawaban yang tepat."

Ketegangan antara pemerintah Rusia dan perusahaan teknologi semakin meningkat sejak invasi ke Ukraina pada 2022. Contohnya, pembatasan akses pada layanan Google dan Zoom menunjukkan kontrol yang semakin ketat terhadap informasi di negara tersebut.

Langkah untuk memblokir aplikasi asing seperti WhatsApp berpotensi menimbulkan reaksi negatif dari komunitas internasional, terutama terkait isu kebebasan berbicara dan akses terhadap informasi yang transparan.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Rusia Siap Blokir Total WhatsApp, Ini Alasannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!