Dukungan Istana Inggris dalam Penyelidikan Pangeran Andrew Terhadap Kasus Epstein
Istana Kerajaan Inggris telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung kepolisian dalam penyelidikan terkait Pangeran Andrew dan hubungannya dengan Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seks terkenal dari Amerika Serikat.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Penyelidikan ini menyoroti tuduhan bahwa Andrew membagikan dokumen rahasia kepada Epstein ketika dia menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.
Dalam pernyataan yang dirilis, Istana Buckingham menyatakan bahwa Raja Charles III menunjukkan keprihatinan mendalam terhadap tuduhan-tuduhan yang menimpa Pangeran Andrew. Istana juga menegaskan bahwa semua tanggung jawab terkait tuduhan tersebut ada pada Andrew, sekaligus mengungkapkan kesediaan untuk bekerja sama dengan kepolisian jika diperlukan.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Kepolisian Thames Valley mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki dugaan keterlibatan Andrew dalam memberikan dokumen rahasia kepada Epstein saat ia menjabat sebagai utusan perdagangan. Penyelidikan ini menjadi bagian dari berbagai tuduhan yang muncul setelah dirilisnya dokumen baru oleh Departemen Kehakiman AS pada akhir Januari.
Pengumuman dari kepolisian ini mencerminkan pentingnya investigasi secara menyeluruh, sementara masyarakat menantikan perkembangan lebih lanjut terkait masalah ini.
Pangeran Andrew, kini berusia 65 tahun, telah menghadapi kritik publik yang intens sejak hubungan dekatnya dengan Epstein terungkap pada tahun 2019. Peristiwa ini memaksanya untuk mundur dari tugas-tugas kerajaan dan kehilangan gelar kerajaannya.
Meskipun Andrew selalu membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya, termasuk tuduhan dari Virginia Giuffre yang menuduhnya berhubungan seksual ketika dia berusia 17 tahun, kontroversi tetap membayangi namanya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: