Kebakaran Bahan Kimia di Tangerang Selatan Sebabkan Pencemaran Sungai Cisadane
Kebakaran gudang bahan kimia di Taman Tekno, Tangerang Selatan, mengakibatkan pencemaran parah pada Sungai Cisadane. Insiden ini berdampak pada penghentian sementara penyaluran air bersih oleh PDAM untuk pelanggan di sekitarnya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Sebagai respons darurat, PDAM mengirimkan air bersih menggunakan truk tangki ke area terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga yang terpengaruh.
Kebakaran terjadi pada Senin malam mengakibatkan zat kimia insektisida mencemari Sungai Cisadane, yang merupakan sumber air bagi PDAM di Tangerang. Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Dody Effendi, menyatakan bahwa penghentian penyaluran air bersih dilakukan pada pukul 22.30 WIB.
Dody melanjutkan bahwa penghentian berlanjut hingga pukul 05.00 WIB keesokan harinya, meninggalkan sejumlah warga di Kampung Berkelir dan daerah lainnya tanpa akses air bersih yang memadai.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Di tengah kesulitan, masyarakat menyampaikan keluhan. Salah satu warga, Sri Hastuti, mengatakan, "Iya dari semalam gak keluar air, jadi susah buat beraktivitas."
PDAM segera meluncurkan truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang terdampak. Ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga selama waktu pemulihan.
Dody Effendi menegaskan bahwa air di Sungai Cisadane menunjukkan tanda-tanda pencemaran, termasuk bau tidak sedap dan matinya ikan secara mendadak. Penilaian awal menunjukkan bahwa pencemaran mulai berkurang pada pukul 00.00 WIB.
Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, menjelaskan, "Seluruh air yang tercemar telah dibuang ke laut." Setelah proses pembersihan, distribusi air bersih ke pelanggan dimulai secara bertahap sejak pukul 05.00 WIB.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: