Peringatan untuk Pengguna Android: Lebih dari Satu Miliar Perangkat Rentan terhadap Risiko Keamanan
Google baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada lebih dari satu miliar pengguna Android mengenai ketidakmampuan perangkat mereka untuk menerima pembaruan keamanan terkini.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Pengguna didesak untuk segera mengupgrade ke versi terbaru atau mempertimbangkan untuk mengganti perangkat untuk menghindari ancaman keamanan yang kritis.
Data terbaru menunjukkan bahwa hanya 7,5 persen perangkat saat ini menggunakan Android 16, sedangkan lebih dari 40 persen pengguna masih setia pada versi lebih tua yang sudah tidak mendapatkan dukungan keamanan.
Perangkat yang menggunakan Android 15 tercatat mencapai 19,3 persen, diikuti dengan Android 14 di 17,9 persen dan Android 13 di 13,9 persen. Dengan situasi ini, pengguna menjadi semakin rentan terhadap serangan siber.
Google menghentikan pembaruan untuk Android 12 dan versi sebelumnya, sehingga lebih dari satu miliar perangkat kini terpaksa menghadapi risiko tanpa pembaruan yang diperlukan.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Seperti dikabarkan oleh Forbes, Google merekomendasikan pengguna yang tidak bisa mengupgrade ke Android 13 atau lebih baru untuk serius mempertimbangkan pembelian perangkat baru.
Juru bicara Google menyatakan, "Google Play Protect, fitur perlindungan malware dan perangkat lunak tidak diinginkan bawaan Android, terus mendukung perangkat hingga Android 7 untuk membantu menjaga keamanan pengguna."
Ini berarti bahwa untuk perlindungan optimal, pengguna disarankan untuk memilih ponsel kelas menengah yang masih mendapatkan dukungan keamanan daripada menggunakan flagship lama yang sudah tidak mendapat pembaruan.
Di sisi lain, Google telah mengumumkan peningkatan fitur perlindungan terhadap pencurian untuk menjaga data pribadi dan keuangan pengguna saat ponsel hilang.
Fitur Theft Protection pada Android 16 mengalami peningkatan, yang memungkinkan pengguna mengunci perangkat mereka yang dicuri langsung dari browser web dengan tambahan pertanyaan keamanan opsional.
Di Brasil, fitur Theft Detection Lock yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan dikembangkan untuk mendeteksi potensi pencurian dan segera mengunci layar perangkat.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: