BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 16:29 WIB

Rusia Tegaskan Tidak Akan Serang Eropa, Namun Siap Hadapi Ancaman

Rusia Tegaskan Tidak Akan Serang Eropa, Namun Siap Hadapi AncamanRusia Tegaskan Tidak Akan Serang Eropa, Namun Siap Hadapi Ancaman

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyatakan bahwa Moskow tidak berniat melakukan serangan terhadap Uni Eropa atau NATO. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tuduhan dari Barat tentang potensi agresi Rusia.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Lavrov menjelaskan dalam wawancara dengan NTV bahwa fokus Rusia saat ini tidak termasuk invasi ke negara-negara tetangga, menegaskan 'Kami tidak punya niat untuk menyerang Eropa. Tidak ada alasan untuk melakukan hal itu.'

Lavrov Menanggapi Tuduhan Agresi

Dalam wawancara pada 8 Februari 2026, Lavrov menekankan bahwa tuduhan mengenai rencana Rusia untuk meluaskan peperangan ke Eropa adalah tidak berdasar. Ia menjelaskan bahwa Rusia tidak memiliki rencana untuk menyerang negara-negara tetangga.

Lavrov menekankan bahwa semua tuduhan tersebut adalah bagian dari narasi yang didorong oleh negara-negara Barat untuk meningkatkan belanja militer mereka.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Peringatan untuk Negara-Negara Barat

Walaupun menegaskan niat damai, Lavrov tidak ragu untuk memberikan peringatan kepada negara-negara Barat yang meningkatkan kesiapan militer. Ia mengatakan, 'Jika Eropa bertindak berdasarkan ancaman mereka untuk bersiap perang melawan kami dan memulai serangan terhadap Federasi Rusia, mereka akan menghadapi respons militer penuh dari pihak kami.'

Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat antara Rusia dan negara-negara Eropa, terutama menjelang peningkatan kesiapan tempur yang diumumkan oleh Jerman untuk tahun 2029.

Situasi di Ukraina dan Kontroversi Korban

Perang di Ukraina yang terus berlanjut juga menjadi perhatian utama, terutama dalam hal transparansi jumlah korban. Baru-baru ini, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengeluarkan angka resmi korban tewas yang diyakini banyak pihak tidak mencerminkan situasi di lapangan.

Menurut laporan, angka 55.000 korban tewas yang dirilis tidak sesuai dengan realitas yang dihadapi oleh pasukan di medan perang. Di sisi lain, Rusia mengklaim bahwa Uni Eropa menghambat upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Rusia Tegaskan Tidak Akan Serang Eropa, Namun Siap Hadapi Ancaman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!