BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 14:45 WIB

Fenomena Supermoon: Memahami Dampak dan Proses Astronomisnya

Fenomena Supermoon: Memahami Dampak dan Proses AstronomisnyaFenomena Supermoon: Memahami Dampak dan Proses Astronomisnya

Fenomena supermoon merupakan peristiwa astronomis ketika bulan purnama terjadi bersamaan dengan jarak bulan yang paling dekat dengan Bumi, dikenal sebagai perigee. Akibatnya, bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dibandingkan dengan purnama biasa.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Perhatian astronom dan pengamat langit di Indonesia semakin meningkat terhadap fenomena ini, yang tidak hanya menarik untuk diamati tetapi juga menimbulkan berbagai pertanyaan tentang dampak dan proses yang menyertainya.

Pemahaman Tentang Supermoon

Supermoon adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bulan purnama yang bersamaan dengan perigee, yaitu titik terdekat bulan dari Bumi. Saat fenomena ini terjadi, jarak bulan ke Bumi dapat berkurang hingga 363.300 kilometer.

Konsep supermoon pertama kali diperkenalkan oleh astronom Richard Nolle pada tahun 1979. Nolle mendefinisikan fenomena ini sebagai bulan purnama yang terjadi saat bulan berada dalam 90% dari posisi perigee-nya.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Proses Terjadinya Supermoon

Supermoon terwujud ketika bulan purnama bertepatan dengan fase bulan yang paling dekat dengan Bumi. Selama peristiwa ini, bulan terlihat hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan dengan bulan purnama biasa.

Pengamatan fenomena supermoon dilakukan setiap beberapa tahun sekali saat bulan mencapai posisi terdekat ini. Baik program astronomi nasional maupun internasional sering melaksanakan pengamatan khusus untuk mengumpulkan data yang berharga.

Dampak Supermoon terhadap Bumi

Meskipun supermoon dapat menyebabkan peningkatan pasang surut air laut, dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari manusia relatif minimal. Namun, perubahan pasang surut yang lebih besar dapat mempengaruhi ekosistem pelagis secara signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun supermoon menarik perhatian masyarakat, efek gravitasi bulan tetap memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Bumi.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Supermoon: Memahami Dampak dan Proses Astronomisnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!