BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 15:08 WIB

Kementerian Komunikasi dan Digital Selidiki Potensi Kebocoran Data Rekrutmen

Kementerian Komunikasi dan Digital Selidiki Potensi Kebocoran Data RekrutmenKementerian Komunikasi dan Digital Selidiki Potensi Kebocoran Data Rekrutmen

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kini tengah menyelidiki kemungkinan kebocoran data dalam proses rekrutmen tenaga kerja baru. Penyelidikan internal sudah dimulai untuk mengidentifikasi penyebab dan kesalahan dalam prosedur yang ada.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Wakil Menteri Nezar Patria menekankan pentingnya memastikan bahwa proses rekrutmen dilakukan dengan aman dan sesuai praktik terbaik. Tindakan tegas diambil setelah ditemukannya masalah dalam pengumpulan data pelamar.

Dugaan Kebocoran dan Prosedur Rekrutmen

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan bahwa rekrutmen yang terjadi tidak seharusnya dilakukan melalui platform yang tidak aman seperti Google Drive. "Lagi ditelusuri dan lagi diperiksa oleh Irjen (Inspektorat Jenderal Kemkomdigi)," ucapnya.

Dugaan kebocoran ini kini sedang disampaikan kepada Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital. Proses evaluasi internal dilakukan untuk memastikan bahwa semua prosedur penerimaan tenaga kerja sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Nezar menambahkan bahwa tautan yang mengandung data pelamar telah dinonaktifkan dan kini proses rekrutmen beralih ke platform yang lebih aman. "Kita ketahui kecerobohan itu terjadi dalam waktu yang singkat, lalu langsung ditutup dan diganti ke kanal yang lain dengan menggunakan platform yang lebih aman," pungkasnya.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Proses Pengumpulan Data yang Berisiko

Sebelum adanya isu kebocoran, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital telah membuka lowongan untuk posisi Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dengan sembilan posisi yang ditawarkan. Banyak pelamar diminta untuk mengunggah dokumen pribadi seperti CV, fotokopi ijazah, KTP, dan surat keterangan sehat melalui tautan yang tidak aman.

Tautan tersebut mengarah ke tempat penyimpanan cloud dengan akses terbuka, sehingga berkas pelamar dapat diakses oleh siapa saja. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran tentang perlindungan data pribadi dalam proses rekrutmen.

Situasi ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keamanan informasi pribadi di era digital, di mana kebocoran data dapat berakibat serius bagi individu yang terlibat.

Evaluasi Internal dan Upaya Perbaikan

Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menyampaikan bahwa evaluasi internal terkait masalah ini masih berlangsung. "Sifatnya masukan, ya, kami paham betul bahwa kualitas SDM di Komdigi perlu dilakukan peningkatan," katanya.

Ismail juga menegaskan bahwa keamanan data pribadi pelamar akan menjadi fokus utama dalam proses perbaikan yang dilakukan. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko kebocoran data di masa depan.

Kemkomdigi menyadari pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi para pelamar dan berkomitmen untuk melakukan evaluasi serta perubahan prosedur agar keamanan ditingkatkan di setiap tahap rekrutmen.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kementerian Komunikasi dan Digital Selidiki Potensi Kebocoran Data Rekrutmen

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!