Juda Agung Lengser dari Bank Indonesia Usai Dilantik Menjadi Wamenkeu
Juda Agung mengundurkan diri sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia setelah penunjukannya sebagai Wakil Menteri Keuangan. Keputusan ini sejalan dengan restrukturisasi jabatan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dalam pernyataan resminya, Juda menegaskan bahwa tidak mungkin untuk merangkap posisi di dua institusi yang berbeda dan memilih untuk fokus pada tanggung jawab baru di Kementerian Keuangan.
Juda Agung dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 5 Februari 2026 di Istana Negara, Jakarta. Ia menjelaskan pengunduran diri sebagai Deputi Gubernur BI sebagai respons terhadap permintaan pemerintah untuk jabatan barunya.
“Alasan pengunduran diri jelas, karena saya ditugaskan sebagai Wakil Menteri Keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, dua otoritas yang berbeda,” tegasnya.
Juda juga menambahkan bahwa permintaan untuk menjabat sebagai Wamenkeu sebenarnya telah ada jauh sebelum pelantikan. “Cukup jauh-jauh hari. Bukan mendadak. Betul, betul,” ungkapnya.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Sebelum pengunduran diri ini, beredar isu mengenai tukar guling jabatan antara Deputi Gubernur Bank Indonesia dan Wakil Menteri Keuangan. Isu ini muncul setelah Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur BI.
Peralihan posisi ini menjadi pusat perhatian publik, di mana banyak yang khawatir perubahan di dua institusi ini dapat memengaruhi kebijakan moneter dan fiskal Indonesia ke depan.
Meski demikian, Juda menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur tidak terkait dengan isu tukar guling jabatan. Ia ingin tetap fokus pada tanggung jawab baru sebagai Wamenkeu.
Juda Agung sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dan memiliki pengalaman luas di bidang moneter. Pelantikan ini diharapkan dapat membantu menyelaraskan kebijakan keuangan negara.
Posisi yang ditinggalkan oleh Juda akan diisi oleh Thomas Djiwandono, yang diharapkan dapat membawa visi baru untuk stabilitas ekonomi Indonesia.
Pelantikan kedua pejabat ini menggambarkan dinamika terkini di pemerintahan dan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam pengelolaan perekonomian nasional.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: