IHSG Alami Penurunan Tajam di Awal Februari 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan, tercatat anjlok 4,35% pada level 7.969,03 di perdagangan Senin pagi (2/2/2026).
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Dengan 630 saham mengalami penurunan nilai, sementara hanya 78 saham yang mencatat kenaikan, volume perdagangan mencapai 16,46 miliar saham.
IHSG dibuka di level 8.306,16 tetapi dengan cepat melemah hingga 287 poin, menunjukkan tekanan pasar yang sangat tajam.
Kondisi ini menjadi gambaran akan situasi pasar yang sedang bergejolak, dampak dari turunnya harga komoditas dan reaksi investor.
Pelemahan IHSG saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun domestik yang berkaitan erat.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Salah satunya adalah terjadinya partial shutdown pemerintah Amerika Serikat yang berimbas pada sentimen investor global.
Kondisi ini ditambah dengan dinamika internal pasar yang membuat situasi keuangan Indonesia semakin rentan.
Hari ini, S&P Global dijadwalkan merilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur untuk bulan Januari 2026.
Meskipun aktivitas manufaktur Indonesia menunjukkan fase ekspansi selama lima bulan terakhir, pasar tetap rentan terhadap fluktuasi jangka pendek.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga akan mengumumkan data inflasi Januari dan neraca dagang untuk Desember 2025, yang diperkirakan memengaruhi IHSG.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: