BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 29 JANUARI 2026 • 16:10 WIB

Mengenali Quiet Quitting: Tindakan Diam Karyawan di Era Modern

Mengenali Quiet Quitting: Tindakan Diam Karyawan di Era ModernMengenali Quiet Quitting: Tindakan Diam Karyawan di Era Modern

Di tengah dunia kerja yang terus berubah, fenomena 'quiet quitting' semakin menarik perhatian banyak orang. Istilah ini menggambarkan sikap karyawan yang memilih untuk menjalani pekerjaan dengan batasan tanpa merasa tertekan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Fenomena ini khususnya relevan bagi generasi muda yang merasakan ketidakpuasan terhadap tuntutan tinggi di tempat kerja dan berusaha mencari keseimbangan dalam hidup.

Apa Itu Quiet Quitting?

Quiet quitting tidak berarti seseorang mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ini lebih kepada pendekatan kerja di mana karyawan tetap berpartisipasi, namun hanya sebatas tugas yang diharuskan tanpa memberikan usaha lebih.

Fenomena ini mulai mendapatkan perhatian luas, terutama melalui media sosial seperti TikTok yang menjadi platform bagi banyak orang untuk berbagi pengalaman mereka tentang beban kerja berlebih.

Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak individu mengabaikan tuntutan yang tidak realistis di tempat kerja sebagai cara menjaga kesehatan mental. Hal ini menjadi refleksi dari keresahan yang ada di kalangan pekerja, terutama yang merasa tidak dihargai.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Faktor Penyebab Quiet Quitting di Kalangan Anak Muda

Salah satu penyebab utama dari fenomena ini adalah peningkatan tuntutan pekerjaan tanpa imbalan yang memadai. Banyak perusahaan yang tidak memberikan dukungan yang cukup bagi karyawan untuk mengatasi tekanan dan permasalahan yang ada.

Situasi ekonomi yang sulit turut berkontribusi pada fenomena quiet quitting. Anak muda merasa terjebak dalam rutinitas kerja demi bertahan hidup, tetapi saat ketidakpuasan melanda, mereka memilih untuk 'berhenti' secara mental.

"Anak muda saat ini lebih memilih bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja," ungkap salah satu peneliti di bidang sumber daya manusia. Hal ini mencerminkan bahwa banyak di antara mereka lebih memilih keseimbangan hidup daripada ambisi karir yang berlebihan.

Dampak Quiet Quitting pada Dunia Kerja

Dampak dari fenomena quiet quitting dapat bervariasi, mulai dari penurunan produktivitas hingga meningkatnya angka keluar masuk karyawan. Tanpa perhatian yang tepat, perusahaan berisiko kehilangan talenta berbakat.

Namun, situasi ini juga menjadi peluang bagi perusahaan untuk lebih peka terhadap kesejahteraan karyawan. Jika perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat, mereka dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih memuaskan.

Perusahaan perlu beradaptasi dengan kebutuhan karyawan, seperti memberikan fleksibilitas dalam jadwal kerja atau meningkatkan dukungan kesehatan mental bagi para pekerja. Hal ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi tingkat quiet quitting, khususnya di kalangan generasi muda.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengenali Quiet Quitting: Tindakan Diam Karyawan di Era Modern

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!