BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 29 JANUARI 2026 • 11:08 WIB

Waspada Terhadap Virus Nipah: Ancaman Dari Kelelawar di Indonesia

Waspada Terhadap Virus Nipah: Ancaman Dari Kelelawar di IndonesiaWaspada Terhadap Virus Nipah: Ancaman Dari Kelelawar di Indonesia

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap virus Nipah, meskipun saat ini belum ada kasus yang terkonfirmasi di Indonesia. Keanekaragaman spesies kelelawar di Tanah Air menjadi sorotan karena memiliki potensi sebagai reservoir virus ini.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Deteksi dini dan surveilans diperlukan untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan virus Nipah, yang dapat berdampak pada kesehatan manusia. Potensi penularan terutama terjadi melalui interaksi antara manusia dan kelelawar yang tinggal dekat pemukiman.

Pentingnya Deteksi Dini dan Surveilans

Diungkapkan oleh Niluh Putu Indi Dharmayanti, peneliti Ahli Utama Virologi di BRIN, kelelawar rentan menjadi reservoir alami virus Nipah. Kelelawar yang berdekatan dengan permukiman manusia menambah risiko penularan terhadap virus.

Niluh menjelaskan, "Kedekatan habitat kelelawar dengan permukiman manusia, praktik perburuan dan perdagangan kelelawar, serta keberadaan pasar hewan dengan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko terjadinya spillover virus ke manusia dan hewan domestik."

Dengan populasi babi yang tinggi di berbagai wilayah, potensi sebagai inang bagi virus Nipah pun meningkat. Oleh karena itu, surveilans dan deteksi dini sangat penting untuk mengurangi dampak dari wabah yang dapat timbul.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris

Risiko Penularan dan Sumber Infeksi

Penularan virus Nipah umumnya terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan kelelawar atau hewan yang terinfeksi. Konsumsi daging kelelawar yang terpapar virus juga menjadi salah satu sumber kontaminasi.

Niluh menyatakan, "Keberadaan NiV di negara-negara tetangga tersebut memperkuat kekhawatiran akan potensi kemunculan wabah di Indonesia."

Studi terbaru menunjukkan bahwa virus Nipah terdeteksi pada kelelawar di pasar hewan di Yogyakarta dan Magelang, yang mengindikasikan adanya kemungkinan penularan lokal. Hal ini menunjukkan pentingnya untuk lebih waspada terhadap potensi penyebaran virus.

Perubahan Iklim dan Dampaknya

Perubahan iklim menjadi faktor yang diperhatikan oleh para ahli kesehatan, karena dapat memperluas jangkauan kelelawar yang membawa virus Nipah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi di lebih banyak komunitas.

Seperti yang dicatat oleh UN Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR), "Suhu yang meningkat akibat perubahan iklim membuat berbagai lokasi menjadi pilihan hunian kelelawar, dan memaksa manusia serta ternak tinggal di daerah yang sama dengan kelelawar tersebut."

Walau kasus Nipah pada manusia tergolong jarang, perubahan pola cuaca serta stres lingkungan pada kelelawar bisa memengaruhi perilaku mereka dan memicu potensi spillover virus.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspada Terhadap Virus Nipah: Ancaman Dari Kelelawar di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!