Konflik Rusia-Ukraina: Hampir Dua Juta Korban Terdata
Invasi militer Rusia ke Ukraina telah menghasilkan hampir dua juta korban, termasuk yang tewas, luka, dan hilang dari kedua negara.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Data ini dirilis dalam laporan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang mencerminkan dampak mendalam dari konflik yang masih berlangsung selama empat tahun.
Berdasarkan laporan CSIS, Rusia menghadapi kerugian terbesar dengan perkiraan mencapai 325.000 personel tewas dari total 1,2 juta korban yang tercatat.
CSIS menekankan, "Tidak ada kekuatan besar yang memikul jumlah korban atau kematian sebanyak ini dalam perang apa pun sejak Perang Dunia II."
Sementara itu, pasukan Ukraina mengalami kerugian yang tidak sedikit, dengan angka korban terdokumentasi antara 500.000 hingga 600.000 sejak konflik dimulai.
Diperkirakan antara 100.000 hingga 140.000 personel Ukraina yang tewas, berdasarkan data yang diperbaharui hingga akhir Desember 2025.
Pada Februari 2025, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan negara tersebut kehilangan hampir 46.000 tentara.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Namun, analis memperingatkan bahwa angka resmi ini kemungkinan hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya.
Zelensky juga mengungkapkan bahwa puluhan ribu tentara Ukraina lainnya dilaporkan hilang atau ditangkap selama konflik.
Media Rusia melaporkan lebih dari 163.000 tentara Rusia tewas, tetapi mengakui bahwa jumlah sebenarnya dapat jauh lebih tinggi.
Konflik yang berkelanjutan ini tidak hanya menghasilkan banyak korban militer, tetapi juga dampak signifikan terhadap warga sipil di Ukraina.
Pemantau PBB mencatat, tahun 2025 menjadi salah satu tahun dengan jumlah kematian warga sipil tertinggi, setelah tahun 2022.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: