Fitur Keamanan Baru WhatsApp: Solusi untuk Pengguna Berisiko Tinggi
WhatsApp baru saja memperkenalkan fitur pengaturan ketat akun untuk meningkatkan keamanan penggunanya dari berbagai ancaman siber yang semakin canggih.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Fitur ini dirancang khusus untuk individu dengan risiko tinggi, seperti jurnalis dan aktivis, sambil tetap dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan perlindungan ekstra.
Fitur pengaturan ketat akun ini membatasi beberapa fungsi inti WhatsApp untuk mengurangi potensi area serangan. Langkah ini serupa dengan mode lockdown yang diterapkan oleh Apple.
Dengan fitur ini, pengguna akan bisa memblokir lampiran dari pengirim yang tidak ada di daftar kontak serta membungkam panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
WhatsApp mengimbau penggunaan fitur ini bagi mereka yang merasa berisiko tinggi menjadi target serangan siber. Namun, sebagian besar pengguna mungkin tidak menghadapi ancaman semacam itu.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Peluncuran fitur ini tidak lepas dari sejarah WhatsApp dalam menghadapi ancaman spyware, termasuk peristiwa signifikan pada 2019 yang menargetkan sekitar 1.400 penggunanya melalui spyware Pegasus.
Meta, perusahaan induk WhatsApp, telah mengambil jalur hukum terhadap NSO Group, pengembang spyware, dan berhasil memperoleh ganti rugi sebesar US$ 167,25 juta.
Selain itu, WhatsApp juga aktif dalam membongkar kampanye spyware lainnya yang menyasar para jurnalis, menjaga agar platformnya tetap aman dari ancaman tersebut.
Natalia Krapiva, penasihat hukum di Access Now, menilai fitur pengaturan ketat akun sebagai langkah signifikan untuk pengguna yang berada di bawah ancaman tinggi. Ia berkomentar, 'Fitur ini terdengar seperti tambahan yang sangat baik untuk Apple lockdown mode dan Google advanced protection.'
Dia juga mencatat bahwa menangani masalah spyware melalui jalur hukum bisa mahal dan rumit, sementara fitur gratis ini 'dapat mencegah kerusakan sebelum terjadi, terutama bagi jurnalis dan aktivis.'
WhatsApp tidak hanya mengandalkan satu fitur ini, tetapi juga baru saja meluncurkan berbagai sistem keamanan tambahan, termasuk chat lock dan autentikasi tanpa password.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: