Tragedi Longsor di Cisarua: Keluarga Ditemukan dalam Pelukan Terakhir
Tim SAR berhasil menemukan korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, dengan temuan yang menyentuh hati, yaitu satu keluarga yang ditemukan saling berangkulan di rumah mereka.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kombes Pol Hendra dari Polda Jawa Barat mengungkapkan, evakuasi masih berlanjut dengan harapan menemukan korban lainnya di lokasi bencana.
Setelah kejadian longsor yang mengakibatkan dampak serius, pihak tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga orang dari sembilan anggota keluarga yang tertimbun. Kombes Pol Hendra menjelaskan bahwa ketiga korban tersebut ditemukan dalam satu titik lokasi dan dalam keadaan saling berangkulan.
Menurut pernyataan Hendra, 'Kami menyampaikan rasa prihatin. Ada satu keluarga yang tertimbun. Dari temuan hari ini, ditemukan tiga orang, satu keluarga, bapak, ibu, dan satu anak dalam kondisi berangkulan di satu rumah. Ketiganya berhasil kami evakuasi.'
Proses identifikasi terhadap dua dari tiga korban yang berhasil dievakuasi telah dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar. Tim juga berupaya mengumpulkan data dari anggota keluarga terdekat untuk identifikasi lebih lanjut.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Hingga saat ini, total 16 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi, di mana sembilan di antaranya sudah teridentifikasi. Tujuh jenazah lainnya telah diserahkan kepada pihak keluarganya setelah proses identifikasi selesai.
Hendra juga menyampaikan, 'Untuk yang kemarin, ada tujuh jenazah yang sudah diserahkan kepada pihak keluarga karena proses identifikasinya telah selesai.' Proses ini tentu bukan perkara mudah, mengingat tantangan yang harus dihadapi tim SAR.
Kondisi lingkungan dan cuaca yang tidak menentu turut menambah kesulitan dalam proses identifikasi. Tim harus bekerja ekstra keras untuk memastikan semua pihak yang hilang dapat ditemukan.
Operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung, melibatkan Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan relawan. Mereka menghadapi tantangan berat akibat tanah yang tidak stabil, yang membuat proses evakuasi semakin sulit.
Keselamatan para petugas SAR menjadi prioritas utama, terutama mengingat risiko yang menyertai pencarian korban. Namun, komitmen untuk menemukan semua korban tetap menjadi fokus utama tim.
Ketidakpastian cuaca juga memperburuk situasi, yang memaksa tim untuk berpikir lebih hati-hati dan strategis dalam upaya mereka. Setiap langkah pun harus diperhitungkan dengan matang untuk menghindari bahaya lebih lanjut.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: