Kenaikan Drastis Aplikasi Drama Pendek Melolo di Indonesia
Jumlah pengunduhan aplikasi drama pendek, khususnya Melolo, melonjak hingga empat kali lipat di Indonesia. Tren ini menggambarkan pergeseran preferensi penggunanya dari aplikasi populer lainnya.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Laporan Sensor Tower menunjukan, pengunduhan aplikasi drama pendek di Indonesia pada tahun 2025 meningkat sebesar 329 persen, sementara aplikasi seperti WhatsApp mengalami penurunan hingga 24 persen.
Laporan tahunan dari Sensor Tower menunjukkan bahwa aplikasi drama pendek telah mengalami pertumbuhan global yang mencolok, dengan kenaikan pengunduhan mencapai 278 persen sepanjang tahun 2025. Di Indonesia, pertumbuhannya bahkan lebih mencolok, yaitu hingga 329 persen.
Melolo saat ini menjadi pemimpin pasar di kategori aplikasi drama pendek, mengalahkan pesaing-pesaing seperti Dramabox dan Dramawave. Hal ini menunjukkan bagaimana minat masyarakat Indonesia terhadap format video yang singkat semakin meluas, terutama di kalangan pengguna smartphone.
Selama tiga bulan terakhir tahun 2025, pengunduhan aplikasi streaming video di Indonesia juga meningkat tajam, mencatat total 109 juta kali. Aplikasi drama pendek menjadi pendorong utama dalam popularitas aplikasi streaming video di negara ini.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Sementara aplikasi drama pendek meraih popularitas, aplikasi besar seperti WhatsApp dan TikTok mengalami penurunan daya tarik di kalangan penggunanya. WhatsApp mencatat penurunan download sebanyak 24 persen, sementara TikTok menurun 9 persen.
Ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi pengguna yang kini lebih memilih konten yang sesuai dengan kebutuhan hiburan mereka. Sensor Tower mencatat fenomena ini sebagai dampak dari berkurangnya waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasi besar.
Tren ini menunjukkan bahwa aplikasi drama pendek tidak hanya bersaing dengan aplikasi video, tetapi juga dengan aplikasi komunikasi yang sebelumnya memiliki basis pengguna yang besar.
Secara global, peningkatan pengunduhan aplikasi video streaming mencapai 39 persen pada tahun 2025, dengan pendapatan yang naik 18 persen. Namun, pergeseran preferensi konsumen terlihat lebih jelas melalui aplikasi drama pendek, yang merombak kebiasaan pengguna di banyak negara, termasuk Indonesia.
Meskipun waktu yang dihabiskan pengguna pada aplikasi video streaming secara umum meningkat sebesar 8 persen, Indonesia mencatat peningkatan jauh lebih tinggi yaitu 45 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna Indonesia semakin tertarik pada konten yang lebih singkat dan menghibur.
Fenomena ini memberikan gambaran tentang arah baru dalam industri aplikasi dan hiburan digital, di mana pengguna mencari cara-cara baru untuk mendapatkan hiburan secara lebih efisien.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: