BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 26 JANUARI 2026 • 15:33 WIB

OJK Tegaskan WNI di Kamboja Bukan Korban TPPO, Melainkan Scammer

OJK Tegaskan WNI di Kamboja Bukan Korban TPPO, Melainkan ScammerOJK Tegaskan WNI di Kamboja Bukan Korban TPPO, Melainkan Scammer

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar secara tegas membantah anggapan bahwa warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja dan Filipina adalah korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Menurutnya, banyak dari mereka justru terlibat dalam praktik penipuan ilegal atau scam.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan anggota Komisi XI DPR di Jakarta, di mana Mahendra menjelaskan perilaku WNI yang terpikat oleh pekerjaan berisiko tinggi di luar negeri.

Pandangan Mahendra Siregar

Mahendra Siregar menyatakan, "Kalau saya agak kurang sepakat sepenuhnya mereka dianggap sebagai korban dari perdagangan orang atau manusia. Mereka ini scammer, scammer." Pernyataan ini menggambarkan pendangannya bahwa beberapa WNI secara aktif terlibat dalam kegiatan kriminal tersebut.

Ia juga membahas isu yang lebih luas tentang mendorong WNI untuk bekerja di luar negeri, menyatakan, "Kenapa sih orang sampai ke tergiur ke mana-mana? Mereka nggak dapat kerjaan di sini, itu memang akarnya di sini." Mengacu pada kondisi ekonomi yang memaksa mereka mencari kesempatan di luar negeri.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Perbedaan antara Pekerja Migran dan Scammer

Dalam paparannya, Mahendra menegaskan perlunya memisahkan antara pekerja migran pilihan dan mereka yang terlibat dalam penipuan. "Supaya kita juga dalam proporsi yang tepat. Sebab, kadang-kadang kita keliru, malah sempat terkesan mereka kembali dan disambut seperti pahlawan dan korban. Padahal mereka scammer," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lembaganya berkomitmen memberikan perlindungan terutama bagi pekerja migran yang ditipu. "Kalau pekerja migran yang ditipu, itu korban, kalau itu kami bekerja sama dengan pihak B2PMI dan Kemnaker," jelasnya, memberi perhatian pada kesulitan yang dihadapi oleh pekerja migran yang sah.

Kesadaran Masyarakat dan Tindakan Preventif

Mahendra menggarisbawahi pentingnya kesadaran masyarakat akan risiko terjerumus dalam kegiatan ilegal. "Jadi itu apakah dengan kesadaran atau tidak, buktinya ya itu," tuturnya, menunjukkan banyaknya WNI yang terjebak dalam penipuan.

OJK pun berfokus pada literasi dan penyuluhan bagi calon pekerja migran. "Kami melakukan sosialisasi literasi, tapi dengan fokus pekerja migran. Bahkan pada saat sebelum mereka berangkat, bukan hanya pada saat mereka di sana," tambahnya, menunjukkan upaya mencegah penipuan.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

OJK Tegaskan WNI di Kamboja Bukan Korban TPPO, Melainkan Scammer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!