BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 25 JANUARI 2026 • 19:54 WIB

Risiko Penyakit Jantung Akibat Kebiasaan Tidur di Paparan Cahaya

Risiko Penyakit Jantung Akibat Kebiasaan Tidur di Paparan CahayaRisiko Penyakit Jantung Akibat Kebiasaan Tidur di Paparan Cahaya

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa tidur dengan cahaya menyala, seperti televisi atau lampu tidur, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Australia dan Amerika Serikat ini melibatkan hampir 90.000 peserta di Inggris, dan menemukan hubungan antara pengaruh cahaya terhadap kesehatan kardiovaskular.

Penelitian dan Metodologi

Dalam studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open, peneliti meminta peserta mengenakan sensor cahaya di pergelangan tangan mereka selama tidur.

Selama hampir satu dekade, data mengenai paparan cahaya malam dan dampaknya terhadap kesehatan jantung dicatat.

Hasilnya menunjukkan bahwa partisipan yang terpapar cahaya lebih banyak di malam hari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung seperti penyakit arteri koroner dan stroke.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Dampak Paparan Cahaya terhadap Kesehatan Jantung

Temuan dari penelitian ini sangat signifikan, menunjukkan bahwa individu yang tidur dengan cahaya terang memiliki risiko 56 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung.

Pun, ada 47 persen lebih kemungkinan mengalami serangan jantung dan 32 persen berisiko terkena penyakit arteri koroner.

Kondisi ini berlaku terlepas dari kualitas dan durasi tidur, yang mencerminkan betapa pentingnya faktor pencahayaan dalam kesehatan jantung.

Rekomendasi untuk Tidur yang Sehat

Para ilmuwan merekomendasikan menghindari paparan cahaya di malam hari untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun.

Frank Scheer, seorang ahli saraf di Brigham and Women's Hospital, menekankan pentingnya menjaga agar ruangan tetap gelap saat tidur.

Ia menyatakan, 'Tidak harus gelap gulita,' sehingga cahaya redup masih diperbolehkan agar aman saat beraktivitas di malam hari.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Penyakit Jantung Akibat Kebiasaan Tidur di Paparan Cahaya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!