BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 10:06 WIB

Risiko Kesehatan Tersembunyi di Balik Vape dan Rokok Elektrik

Risiko Kesehatan Tersembunyi di Balik Vape dan Rokok ElektrikRisiko Kesehatan Tersembunyi di Balik Vape dan Rokok Elektrik

Vape atau rokok elektrik kini sering dianggap alternatif lebih aman dibandingkan rokok biasa, tetapi risikonya terhadap kesehatan tetap mengkhawatirkan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaannya bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Selain bahaya fisik yang ditimbulkan bagi pengguna, risiko ini semakin meningkat bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai dampak penggunaan vape menjadi sangat penting untuk masyarakat.

Bahaya Kesehatan yang Ditimbulkan oleh Vape

Meskipun dianggap lebih aman, penggunaan vape tetap memiliki risiko kesehatan yang tidak dapat diabaikan. Nikotin yang terkandung dalam cairan vape dapat menyebabkan kecanduan, serta gangguan pada paru-paru dan organ tubuh lainnya.

Salah satu kekhawatiran utama adalah exacerbasi asma dan gangguan pernapasan lainnya. Uap vape dapat mengiritasi saluran napas, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit paru-paru kronis.

Ada juga bahaya dari kandungan diacetyl, yang ditemukan dalam beberapa jenis cairan vape. Paparan bahan ini diketahui dapat memicu kondisi permanen yang dikenal sebagai popcorn lung, menyebabkan kesulitan bernapas jangka panjang.

Paparan nikotin secara berkelanjutan memiliki konsekuensi serius bagi sistem kardiovaskular. Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan berkontribusi pada penyempitan pembuluh darah, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Dampak Negatif terhadap Pengguna dan Lingkungan

Kecanduan nikotin merupakan masalah umum di kalangan pengguna vape, menjadikannya sulit untuk berhenti. Ketergantungan yang muncul dari penggunaan nikotin membuat banyak pengguna kembali ke rokok konvensional.

Meski vape tidak menghasilkan asap, uap yang dihembuskan tetap membawa zat kimia berbahaya yang dapat membahayakan orang lain. Dan ini meningkatkan risiko paparan nikotin di sekitar pengguna, menginfeksi lingkungan rumah dengan kontaminan berbahaya.

Kasus ledakan baterai vape menjadi catatan tersendiri di kalangan pengguna. Beberapa insiden telah dilaporkan mengenai baterai yang meledak saat digunakan, mengakibatkan cedera serius bagi pemiliknya.

Risiko Khusus untuk Ibu Hamil

Penggunaan vape oleh ibu hamil sangat berisiko tidak hanya bagi mereka tetapi juga bagi janin. Kebanyakan cairan vape mengandung nikotin, yang bisa memengaruhi perkembangan otak dan paru-paru janin.

Nikotin dalam vape juga mengganggu sistem peredaran darah ibu, berpotensi mengurangi pasokan oksigen yang diperlukan janin. Beberapa studi menunjukkan terkaitnya penggunaan vape dengan risiko persalinan prematur dan berat badan lahir rendah.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan bayi terlahir dengan masalah pernapasan atau perkembangan yang terhambat. Untuk itu, sangat disarankan bahwa ibu hamil menjauhi semua bentuk rokok dan vape demi kesehatan diri dan buah hati mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Kesehatan Tersembunyi di Balik Vape dan Rokok Elektrik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!