BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 16 JANUARI 2026 • 20:51 WIB

Fenomena Sinkhole Menghawatirkan Warga Sumbar: Apa yang Perlu Diketahui

Fenomena Sinkhole Menghawatirkan Warga Sumbar: Apa yang Perlu DiketahuiFenomena Sinkhole Menghawatirkan Warga Sumbar: Apa yang Perlu Diketahui

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN baru-baru ini menjelaskan tentang penyebab sinkhole yang terjadi di Nagari Situjua Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Fenomena ini menimbulkan kecemasan di masyarakat terkait potensi risikonya.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Adrin Tohari mengungkapkan bahwa sinkhole muncul akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah tanah yang dipicu oleh air hujan bersifat asam. Proses ini tidak terlihat selama bertahun-tahun sebelum akhirnya muncul ke permukaan.

Penyebab Terjadinya Sinkhole

Sesuai penjelasan Adrin, air hujan yang meresap ke tanah berkontribusi pada pelarutan batuan batugamping. Proses ini berlangsung secara perlahan, yang mana rongga yang terbentuk bertambah besar seiring waktu, terutama saat terkena air permukaan.

Air hujan yang mengandung karbon dioksida memiliki sifat asam yang mempercepat pelarutan tersebut. Ketika lapisan penyangga di atasnya mulai menipis, beban yang ada di atasnya dapat menyebabkan penurunan lapisan itu, menghasilkan lubang yang dikenal sebagai sinkhole.

Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat

Frekuensi dan Lokasi Kemunculan Sinkhole di Indonesia

Fenomena sinkhole cukup sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah dengan geografi karst. Wilayah seperti Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros dikenal rawan terjadi sinkhole karena memiliki lapisan batugamping yang tebal.

Adrin menekankan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap potensi bahaya dari fenomena ini. Meskipun ada berbagai informasi mengenai sinkhole, tantangan besar tetap ada pada kesulitan mendeteksi tanda-tanda awal sebelum kemunculannya.

Metode Deteksi dan Mitigasi Sinkhole

Untuk mendeteksi potensi sinkhole lebih awal, metode survei geofisika dapat digunakan. Metode seperti georadar dan geolistrik mampu memetakan penyebaran, kedalaman, dan ukuran rongga di bawah permukaan tanah.

Adrin menjelaskan bahwa dengan menggunakan metode ini, kondisi bawah permukaan dapat lebih mudah dipahami, sehingga potensi munculnya sinkhole dapat diantisipasi lebih dini. Ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mengurangi risiko yang dapat timbul.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Sinkhole Menghawatirkan Warga Sumbar: Apa yang Perlu Diketahui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!