Pemerintah Dorong Pembukaan 156 Program Studi Kedokteran Baru untuk Tingkatkan Kualitas Tenaga Medis
Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan izin untuk membuka 156 program studi spesialis dan subspesialis kedokteran. Izin ini diambil berdasarkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan diharapkan dapat meningkatkan jumlah mahasiswa di fakultas kedokteran.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa izinnya terdiri dari 126 program studi spesialis dan 30 subspesialis. Kebijakan ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis yang meningkat secara signifikan.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi menerbitkan izin untuk membuka sebanyak 156 program studi baru dalam bidang kedokteran. Angka ini terdiri dari 126 program studi spesialis dan 30 subspesialis.
Brian Yuliarto, sebagai Menteri, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang lebih berkualitas dalam bidang kedokteran. Dengan demikian, diharapkan dapat terwujud tenaga medis yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Dengan penerbitan izin baru ini, akan ada penambahan 3.150 mahasiswa pada awal tahun 2026. Sebelumnya, jumlah mahasiswa di Fakultas Kedokteran sekitar 5.000 orang, dan kini totalnya menjadi 8.650 mahasiswa.
Penambahan jumlah mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pengembangan kualitas pendidikan kedokteran di tanah air. Pada saat yang sama, pemerintah berupaya memenuhi permintaan yang terus meningkat akan tenaga medis.
Dalam kesempatan yang sama, Brian juga melaporkan adanya peningkatan dukungan pendanaan riset yang saat ini melebihi angka Rp 8 miliar. Anggaran tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas riset nasional.
Riset kini berfokus menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan inovasi, serta mencakup berbagai proyek industri, termasuk pengembangan tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong kemajuan teknologi di bidang kedokteran.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: