BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 14 JANUARI 2026 • 17:27 WIB

Jumlah Korban Tewas Akibat Protes di Iran Capai Angka Mengerikan

Jumlah Korban Tewas Akibat Protes di Iran Capai Angka MengerikanJumlah Korban Tewas Akibat Protes di Iran Capai Angka Mengerikan

Gelombang unjuk rasa antipemerintah di Iran terus merenggut nyawa, dengan angka terbaru menunjukkan 2.571 orang tewas. Data ini dirilis oleh Human Rights Activists News Agency (HRANA), yang mencatat sebagian besar korban adalah demonstran dari aksi protes yang menolak kekerasan otoritas.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Demonstrasi yang dimulai pada 28 Desember 2025 di Teheran ini berakar dari ketidakpuasan mendalam terhadap kondisi ekonomi, terutama terkait dengan penurunan nilai mata uang Rial Iran. Aksi ini meluas menjadi kerusuhan yang menyebar ke berbagai kota di seluruh negeri.

Dinamika Unjuk Rasa di Iran

Aksi protes awalnya terjadi di kawasan Grand Bazaar Teheran, melibatkan pedagang yang mengekspresikan ketidakpuasan atas kondisi ekonomi yang semakin sulit. Protes ini tidak terhindarkan menyebar ke berbagai kota, menunjukkan ketidakpuasan yang dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Ketidakstabilan yang muncul selama unjuk rasa terlihat jelas dalam laporan HRANA yang mencatat 2.403 demonstran, 147 individu yang terafiliasi dengan pemerintah, serta 12 anak di bawah 18 tahun termasuk di antara korban.

Pemerintah, yang berdiri sejak revolusi 1979, menghadapi tantangan berat dari kerusuhan yang semakin meluas. Hal ini menandakan bahwa gelombang protes ini bukan sekadar fenomena di satu tempat, tetapi juga mencerminkan keresahan yang mendalam di kalangan masyarakat Iran.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Pernyataan Resmi dan Respons Internasional

Seorang pejabat Iran yang enggan disebutkan namanya sebelumnya mengklaim jumlah korban tewas sekitar 2.000 orang dan menuduh 'teroris' bertanggung jawab atas kematian. Ini adalah pertama kalinya pihak berwenang memberikan estimasi resmi mengenai jumlah korban secara keseluruhan.

Pernyataan itu menjadikan ketegangan antara otoritas Teheran dan negara lain, terutama Amerika Serikat, yang mengekspresikan dukungannya kepada para demonstran. Reaksi internasional ini semakin menambah dimensi konflik yang ada.

Dukungan dari AS ini menciptakan ketegangan baru di tengah krisis yang ada, di mana pemimpin AS sebelumnya menyatakan akan segera ada bantuan bagi rakyat Iran meskipun situasi semakin memanas.

Keterlibatan Pihak Ketiga dan Tuduhan Terhadap AS dan Israel

Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berperan dalam memicu kerusuhan melalui 'agen-agen teroris'. Tuduhan ini menambah layer kompleks dalam situasi yang sudah tegang, di mana tingginya korban tewas dianggap sebagai hasil dari provokasi oleh kekuatan asing.

Dalam reaksi terbaru, Presiden AS Donald Trump menekankan sokongan kepada rakyat Iran dan menyatakan akan ada bantuan yang segera datang. Tindakan ini menunjukkan ketegangan yang kian meningkat antara dua kekuatan dengan posisi berbeda terkait krisis di Iran.

Ketika situasi di lapangan semakin memburuk, klaim kedua negara saling tuduh hanya menambah kebingungan di antara masyarakat internasional dan memperumit dialog yang seharusnya terjadi.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Jumlah Korban Tewas Akibat Protes di Iran Capai Angka Mengerikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!