BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 14 JANUARI 2026 • 17:12 WIB

Trump Ancang Tindakan Tegas Jika Iran Eksekusi Pengunjuk Rasa

Trump Ancang Tindakan Tegas Jika Iran Eksekusi Pengunjuk RasaTrump Ancang Tindakan Tegas Jika Iran Eksekusi Pengunjuk Rasa

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman serius terkait rencana Iran untuk mengeksekusi para pengunjuk rasa. Ancaman ini muncul di tengah protes besar yang berlangsung di Iran dan menciptakan ketegangan politik yang tinggi.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada CBS News, Trump menjelaskan bahwa tindakan ekstrem dapat dilakukan jika eksekusi tersebut terbukti nyata. Hal ini menandakan posisi agresif AS dalam menghadapi situasi yang berkembang di Iran.

Reaksi Keras Trump Terhadap Iran

Dalam wawancara pada Selasa (13/1/2026), Trump menegaskan, "Saya belum mendengar soal hukuman gantung itu. Jika mereka menggantung orang-orang tersebut, Anda akan melihat beberapa hal terjadi."

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu untuk mengambil "tindakan yang sangat keras" jika Iran melanjutkan rencana eksekusi terhadap para pengunjuk rasa.

Pendekatan agresif ini menunjukkan komitmen Trump untuk memperkuat posisi AS di arena internasional dan menanggapi situasi di Iran dengan serius.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kondisi Protes dan Ancaman Eksekusi

Sebelumnya, Fox News mengungkapkan informasi dari NGO yang berbasis di AS dan Norwegia mengenai vonis mati terhadap seorang pengunjuk rasa berusia 26 tahun, Erfan Soltani.

Menyusul meningkatnya ketegangan, Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran mengeluarkan peringatan kepada warganya, mendorong mereka untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Pernyataan Kedutaan menyebutkan, "Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran. Pertimbangkan untuk keluar melalui jalur darat menuju Turki atau Armenia, jika aman untuk dilakukan."

Dampak Politik dan Hubungan Bilateral

Menurut Kedutaan virtual AS, bagi yang memiliki kewarganegaraan ganda AS-Iran, penting untuk menggunakan paspor Iran saat keluar dari negeri tersebut, lantaran pemerintah Iran tidak mengakui status ganda ini.

Sejak April 1980, hubungan diplomatik antara AS dan Iran tidak ada, sehingga komunikasi di antara keduanya sangat dibatasi dan sering melalui perantara, seperti Swiss dan Pakistan.

Pernyataan dari Trump bersamaan dengan peringatan Kedutaan menunjukkan betapa tingginya risiko bagi warga AS di Iran, terutama di tengah kondisi kekerasan yang meningkat dan ancaman eksekusi.

Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Trump Ancang Tindakan Tegas Jika Iran Eksekusi Pengunjuk Rasa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!