Iran Tuduh Mossad Terlibat dalam Kerusuhan dalam Negeri
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim ada bukti keterlibatan intelijen Israel, Mossad, dalam kerusuhan yang melanda negaranya. Pernyataan ini datang setelah mantan Direktur CIA, Mike Pompeo, menunjukkan bahwa agen Mossad beroperasi di Iran.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Araghchi menegaskan aksi kekerasan selama unjuk rasa diduga diarahkan oleh kelompok-kelompok yang di bawah kendali Mossad, mencatat sikap pemerintah AS yang menyangkal keterlibatan tersebut sebagai bentuk delusi.
Abbas Araghchi mengindikasi bahwa sejumlah anggota Kepolisian Iran eksekusi oleh kelompok teroris yang diduga didukung oleh Mossad. Ia melampirkan bukti berupa tangkapan layar dari postingan Mike Pompeo yang menyebutkan kehadiran agen Mossad di jalanan Iran.
Dalam sambutannya, Araghchi mengecam sikap pemerintah Amerika Serikat yang merendahkan Iran dengan menyebutnya sebagai 'delusional'. Ia berargumen bahwa justru pernyataan tersebut menunjukkan kondisi 'delusional' pihak AS sendiri terkait intervensi Israel dan AS di wilayah Timur Tengah.
Kami melihat ini bukan hanya sebagai sebuah tuduhan, tetapi pemberian pemahaman yang lebih dalam mengenai apa yang terjadi di Iran saat ini, di mana kekerasan sering kali membuat rakyat berjuang untuk hak-hak mereka.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Menlu Iran menjelaskan bahwa situasi di negara tersebut diperburuk oleh kekerasan yang juga terjadi di dalam negeri AS. Mengacu pada penembakan yang menewaskan seorang wanita oleh petugas di Minneapolis, Araghchi mengkritik pemerintah AS yang seolah mendukung kekerasan domestik.
Ia berkomentar, 'Pemerintahan Trump mendukung tindakan kekerasan polisi di dalam negeri, namun menyerukan negara lain untuk mengabaikan kekerasan yang terjadi dalam negeri mereka.' Ini menunjukkan inkonsistensi di dunia internasional dalam hal penegakan hak asasi manusia.
Araghchi juga menyoroti ancaman dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS terhadap warga negara yang berupaya mengekspresikan pendapat mereka, menunjukkan bahwa ada banyak ketidakadilan dalam penanganan keamanan di tingkat domestik.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memperluas tuduhan keterlibatan AS dan Israel, mengatakan bahwa kedua negara tersebut berupaya menciptakan kekacauan di Iran. Menurutnya, mereka telah melatih kelompok tertentu yang bertujuan untuk mendukung aksi terorisme di negara tersebut.
Ia menegaskan, infiltrasi teroris terlatih ini dirancang untuk meningkatkan kerusuhan, terkait dengan upaya yang lebih besar untuk merusak stabilitas Iran. Ini menampilkan seolah-olah ada agenda yang lebih luas dalam menggoyahkan kekuasaan dan keamanan pemerintah Iran.
Dengan demikian, situasi ini menciptakan ketegangan yang lebih tinggi tidak hanya di dalam Iran, tetapi juga di kawasan, karena berbagai dinamika politik dan militansi yang saling bertentangan.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: