BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 10:47 WIB

Inflasi Melonjak di Venezuela, Harga Pokok Semakin Tak Terjangkau

Inflasi Melonjak di Venezuela, Harga Pokok Semakin Tak TerjangkauInflasi Melonjak di Venezuela, Harga Pokok Semakin Tak Terjangkau

Venezuela kini sedang berjuang menghadapi inflasi yang melonjak hingga 65.000% pada tahun 2025, mengancam daya beli masyarakatnya. Situasi ini semakin parah setelah serangan militer oleh Amerika Serikat yang menyebabkan Presiden Nicolas Maduro ditangkap.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Kondisi Ekonomi dan Inflasi di Venezuela

Venezuela telah berada dalam kondisi hiperinflasi selama beberapa dekade, dengan laju inflasi yang sangat tinggi. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan inflasi tahunan Venezuela sebesar sekitar 270% pada 2025, kemungkinan akan melebihi 600% di tahun berikutnya.

Meskipun ada tanda-tanda perbaikan, seperti data inflasi yang menunjukkan penurunan dibandingkan puncak sebelumnya, tantangan besar masih ada. Depresiasi mata uang dan penurunan daya beli masyarakat terus menjadi masalah berat.

Sejak tahun 2015, kenaikan harga telah menyebabkan inflasi menembus tiga digit. Angka inflasi tahunan mencapai 254,9% pada 2016 dan terus meningkat menjadi 438,1% pada 2017, puncaknya terjadi pada 2018 saat angka inflasi mencapai 65.374%.

Kenaikan Harga Bahan Pokok

Laporan CEDICE Observatorio de Gasto Publico menunjukkan kenaikan harga signifikan pada berbagai bahan pangan. Dalam survei dari Mei 2024 hingga Mei 2025, harga gula, kopi, dan daging sapi mengalami lonjakan masing-masing sebesar 360%, 366%, dan 361%.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Harga gula yang melambung tinggi menunjukkan tekanan kuat pada komoditas penting untuk rumah tangga. Kenaikan harga kopi, yang bergerak dari 397 Bs ke 1.850 Bs, langsung berdampak pada pengeluaran keluarga.

Daging sapi, sebagai sumber protein utama, juga mengalami kenaikan signifikan. Dari harga 333 Bs pada Mei 2024, kini harganya melambung menjadi 1.536 Bs, yang tentunya sangat mempengaruhi konsumsi masyarakat.

Dampak terhadap Kebutuhan Rumah Tangga

Inflasi juga menjalar ke barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi, tisu toilet, dan sampo. Harga pasta gigi mencatatkan kenaikan dari 113 Bs menjadi 386 Bs, menunjukkan peningkatan 241% dalam setahun.

Kenaikan harga tisu toilet juga mencerminkan tren serupa, menjadikan barang-barang sanitasi semakin mahal. Ini memperlihatkan bagaimana dorongan inflasi berimbas pada barang-barang esensial.

Sampo pun turut merasakan dampak ini, lonjakan harga dari sekitar Rp13.837 menjadi Rp44.789 mencatat kenaikan sekitar 223%. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi tidak hanya mempengaruhi makanan, tetapi juga barang-barang dasar yang sulit dihindari.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Inflasi Melonjak di Venezuela, Harga Pokok Semakin Tak Terjangkau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!