BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 10:45 WIB

Kontra Richard Lee: Tuduhan Pajak dan Gelar PhD yang Memicu Kontroversi

Kontra Richard Lee: Tuduhan Pajak dan Gelar PhD yang Memicu KontroversiKontra Richard Lee: Tuduhan Pajak dan Gelar PhD yang Memicu Kontroversi

Dokter Samira atau yang akrab disapa Doktif, mengeluarkan tudingan serius terhadap Richard Lee, seorang pengusaha skincare, mengenai dugaan pengemplangan pajak kendaraan mewah serta penggunaan gelar akademik yang diragukan sahihnya.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Pernyataan ini dilontarkan dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, di mana ia mengungkapkan kejanggalan terkait pelat nomor kendaraan Richard Lee serta waktu yang sangat singkat dalam meraih gelar PhD.

Dugaan Pengemplangan Pajak Rolls Royce

Pada Rabu (7/1/2026), dalam sesi jumpa pers, Doktif mengungkapkan bahwa Rolls Royce yang dipamerkan Richard Lee di media sosial memiliki pelat nomor sementara yang tidak terdaftar.

"Rolls Royce yang dia gembar-gemborkan, dia flexing di medsos, dengan pelat D 1533 QGK. Pelat itu tidak pernah terdaftar. Itu adalah nomor pelat sementara, bertahun-tahun," ujar Doktif.

Doktif mencurigai bahwa penggunaan pelat nomor ini bertujuan untuk menghindari kewajiban pajak kendaraan bermotor, yang merupakan pelanggaran hukum.

"Dia menggunakan pelat itu untuk apa? Dugaannya Doktif untuk ngemplang pajak. Dan apa yang dia lakukan manusia ini? Dengan tenangnya dia mengangkangi Samsat Bandung," katanya.

Aspirasi Keadilan Terkait Pajak

Doktif juga menyatakan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dianggap tidak tegas dalam menegakkan aturan pajak untuk kendaraan mewah.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

"Inilah manusia kebal hukum. Ya, Doktif percaya. Dan Doktif minta pemerintah benar-benar hadir. Mobil Rolls Royce dengan pajak ratusan juta, kenapa dilepaskan?" ungkapnya.

Ia menyoroti perlakuan yang dianggap tidak adil terhadap wajib pajak, terutama untuk mobil biasa dibandingkan dengan kendaraan mewah.

"Sementara pajak mobil yang hanya Agya, brand yang lain, yang hanya Rp100 jutaan, kan kita bayar. Kenapa puluhan miliar kok dilepaskan? Di mana keadilannya? Doktif minta keadilan aja kok," tegasnya.

Penggunaan Gelar PhD yang Dipertanyakan

Selain isu pajak, Doktif mempertanyakan keabsahan gelar PhD Richard Lee yang diperoleh dalam waktu singkat, yaitu hanya 1,5 tahun.

"Bagaimana perasaan teman-teman kita yang mendapatkan gelar PhD dengan susah payah, minimal 3,5 tahun? Apa yang dia lakukan? Petantang-petenteng dia masih menggunakan gelar PhD," kata Doktif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kontra Richard Lee: Tuduhan Pajak dan Gelar PhD yang Memicu Kontroversi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!