BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 07 JANUARI 2026 • 19:10 WIB

Optimisme Ekspor Beras 2026: Kunci dari Serapan Bulog

Optimisme Ekspor Beras 2026: Kunci dari Serapan BulogOptimisme Ekspor Beras 2026: Kunci dari Serapan Bulog

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menunjukkan keyakinannya bahwa Indonesia akan memulai ekspor beras tahun ini, asalkan serapan beras oleh Perum Bulog dapat dilakukan secara optimal. Hal ini disampaikan dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Dalam pernyataannya, Amran menyebutkan bahwa Indonesia berhasil memproduksi gabah yang setara dengan beras mencapai 34 juta ton selama tahun 2025. Proyeksi dari Badan Pusat Statistik juga optimis, memprediksi produksi akan meningkat menjadi 34,77 juta ton tahun ini.

Keyakinan Ekspor Beras di Tahun Ini

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 7 Januari 2026, Amran Sulaiman menegaskan, "Tapi beras kalau bisa. Izin Bapak Presiden, yang penting Bulog serapannya 3 bulan ke depan sama saja seperti 2025. Aku tidak minta lebih, sama saja. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini dan itu sejarah pertama Indonesia."

Dia menjelaskan bahwa kesuksesan ekspor sangat bergantung pada kemampuan Bulog dalam menyerap hasil panen. Kondisi ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Indonesia dalam pasar internasional sebagai eksportir beras.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Penguatan Produksi dan Komoditas Lain

Amran juga mengungkapkan optimisme terhadap produksi gula di dalam negeri. "Kita tidak impor gula putih tahun ini," ujarnya, merujuk pada proyek perkebunan tebu berskala besar di Jawa Timur.

Dia menekankan perlunya konsistensi serapan hasil panen oleh Bulog untuk mendukung rencana ekspor beras. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Kerja Sama Lintas Kementerian

Menteri Pertanian menyoroti pentingnya kerja sama antar kementerian untuk mencapai swasembada pangan. Dukungan regulasi serta pengawasan distribusi dianggap sebagai elemen penting dalam mencapai tujuan ini.

Ketersediaan stok beras yang terjaga, ditambah optimisme di sektor produksi, menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai tonggak baru dalam ketahanan pangan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Optimisme Ekspor Beras 2026: Kunci dari Serapan Bulog

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!