Strategi Serangan Siber AS dalam Ketegangan dengan Venezuela
Pernyataan mengejutkan oleh Presiden Donald Trump mengungkap rencana untuk mengacak-acak situasi di Venezuela melalui serangan siber.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dalam sebuah konferensi pers, Trump mengonfirmasi pemadaman listrik di Caracas sebagai bagian dari strategi tersebut.
Dalam keterangan resmi, Trump menyebutkan, "Di sana gelap, lampu di Caracas semuanya mati karena keahlian yang kami miliki," menegaskan bahwa AS mampu melancarkan serangan siber yang efektif.
Langkah ini menjadi momen bersejarah karena AS secara terbuka mengakui penggunaan serangan siber untuk menyerang negara lain, yang biasanya dilakukan secara rahasia.
Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Militer, menambahkan bahwa Komando Siber AS berperan dalam menciptakan akses bagi tentara AS ke Venezuela, meskipun tidak menjelaskan detail lebih lanjut tentang efek yang dihasilkan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Menurut laporan dari NetBlocks, pemadaman listrik ini turut menyebabkan gangguan total dalam akses internet di Caracas yang dimulai sejak Sabtu dini hari.
Pendiri NetBlocks, Al Toker, menyatakan bahwa pemadaman ini merupakan hasil dari serangan siber yang tertarget dan berdampak besar pada komunikasi pemimpin Venezuela.
Venezuela sendiri sudah sering kali menjadi korban serangan siber, termasuk yang sebelumnya mengganggu produksi minyak dari PDVSA, menandakan bahwa situasi ini bukanlah hal baru bagi mereka.
Ketegangan antara AS dan Venezuela terus memuncak, dengan penangkapan mengejutkan terhadap Presiden Maduro yang menambah kompleksitas situasi ini.
Pejabat AS mengklaim bahwa sekitar 15.000 personel telah dikerahkan di kawasan Karibia dan membuka kemungkinan intervensi militer lebih lanjut jika Delcy Rodríguez, Presiden sementara Venezuela, gagal memenuhi tuntutan.
Dalam perkembangan ini, Trump memperingatkan Rodríguez, "Jika dia tidak melakukan apa yang seharusnya, dia akan membayar mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro."
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: