Kenaikan Inflasi 2025: Peran Emas Perhiasan Jadi Sorotan Utama
Tingkat inflasi tahunan Indonesia untuk tahun 2025 mencapai 2,92 persen, mengalami lonjakan signifikan dari 1,57 persen pada tahun lalu.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Komoditas emas perhiasan menyumbang inflasi terbesar dengan kontribusi sebesar 0,79 persen, menjadikannya sebagai faktor utama dalam kenaikan tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Desember 2025 mencatatkan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama di tahun-tahun sebelumnya, kecuali pada tahun 2022. Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa 'Inflasi pada Desember 2025 lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi Desember pada periode 2021 hingga 2024, kecuali tahun 2022.'
Emas perhiasan, yang selama ini diidentifikasi sebagai simbol kekayaan, kini terbukti memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian. Di tahun 2025, komoditas ini tercatat memberikan sumbangan inflasi bulanan sebanyak 11 kali, menunjukan betapa signifikan perannya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Selain emas, terdapat beberapa komoditas lain yang juga berkontribusi pada inflasi 2025. Cabai merah menjadi salah satu komoditas penting dengan andil inflasi sebesar 0,18 persen dan muncul sebagai penyumbang bulanan sebanyak lima kali.
Ikan segar dan cabai rawit turut mendukung kenaikan inflasi dengan kontribusi masing-masing sebesar 0,15 persen. Keduanya muncul sebagai penyumbang inflasi bulanan sebanyak delapan kali, sementara beras juga mencatatkan angka yang sama.
Sepanjang tahun 2025, harga emas mengalami kenaikan yang signifikan, tercatat naik sekitar 70 persen. Saat ini, harga emas internasional berada di kisaran 4.364 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia domestik mencapai Rp 2,515 juta per gram.
Kenaikan harga ini tidak hanya mencerminkan tingginya permintaan terhadap komoditas berharga, tetapi juga berdampak langsung pada tingginya indeks harga konsumen di Indonesia.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: