BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 11:36 WIB

Drama Cinta Segitiga yang Berujung Tragedi: Kasus Pembunuhan di Kalimantan Selatan

Drama Cinta Segitiga yang Berujung Tragedi: Kasus Pembunuhan di Kalimantan SelatanDrama Cinta Segitiga yang Berujung Tragedi: Kasus Pembunuhan di Kalimantan Selatan

Polda Kalimantan Selatan mengungkap rincian memilukan mengenai pembunuhan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berinisial ZD di Kabupaten Banjar dan Banjarmasin.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Pelaku pembunuhan, Bripda Muhammad Seili dari Polres Banjarbaru, terjerat dalam jaringan cinta segitiga yang sudah rumit.

Pengungkapan Motif dan Latar Belakang Kasus

Kombes Pol Adam Erwindi, Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa penyelidikan menyimpulkan hubungan asmara yang berujung pada tindakan nekat ini.

Tersangka Bripda Muhammad Seili mengatakan bahwa dia telah memiliki calon istri dengan rencana pernikahan pada 26 Januari 2026, sementara korban ZD adalah teman dari calonnya.

Motif asmara di balik pembunuhan ini muncul ketika penyidik menanyakan keterangan tersangka, yang mengungkapkan ketakutannya jika hubungan dengan korban diketahui calon istrinya.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Kronologi Pertemuan dan Kejadian

Insiden tragis ini berlangsung pada hari Senin, 23 Desember 2025, saat ZD dan tersangka sepakat untuk bertemu di perempatan Mali-mali, Kabupaten Banjar.

Setelah pertemuan tersebut, tersangka membawa korban ke Bukit Batu, di mana dia mendapat beberapa panggilan dari calon istrinya saat itu.

Dalam peristiwa yang mencengangkan, tersangka dan korban sempat melakukan hubungan intim sebelum menghadapi konfrontasi, ketika ZD mengancam akan mengungkapkan peristiwa tersebut.

Penanganan Pasca Kejadian dan Penemuan Jasad

Setelah terjadi cekikan, ZD kehilangan kesadaran, dan tersangka mencoba menghapus jejak dengan memindahkan jasadnya ke tempat lain.

Awalnya, Seili berniat membuang jasad korban ke sungai, tetapi akhirnya mengambil keputusan untuk menaruhnya di gorong-gorong yang terbuka di dekat tempat kejadian.

Jasad ZD ditemukan sehari setelah insiden, tepatnya pada 24 Desember 2025, oleh petugas kebersihan, dan kemudian dievakuasi untuk proses autopsi.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Drama Cinta Segitiga yang Berujung Tragedi: Kasus Pembunuhan di Kalimantan Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!