Pengiriman Bantuan Pasca Banjir di Aceh Tamiang Memenuhi Kebutuhan Dasar Warga
Distribusi bantuan logistik ke Aceh Tamiang terus dilakukan melalui pesawat helikopter untuk memenuhi kebutuhan warga yang terimbas bencana. Lebih dari setengah ton bantuan telah dikirimkan dari Bandara Kualanamu di Sumatera Utara, mencakup bahan makanan dan Alquran.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pengiriman ini melibatkan dua helikopter yang mengangkut kebutuhan dasar seperti beras dan susu bubuk. Proses ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang berjuang pasca bencana.
Bantuan logistik untuk warga Aceh Tamiang diterbangkan menggunakan dua helikopter, yaitu AW169/P-3303 dan AW169/P-3307. Helikopter AW169/P-3303 berhasil mengangkut kargo seberat 333 kilogram, yang terdiri dari beras, perangkat Starlink, susu bubuk, minyak goreng, ikan kaleng, dan mi instan.
Helikopter AW169/P-3307 milik Polri juga turut berperan dengan mengangkut 306 kilogram bantuan, mencakup beras, mi instan, susu bubuk, dan tiga dus Alquran. Pengiriman ini menunjukkan respons cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pascabencana.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengungkapkan harapannya terhadap bantuan ini. "Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memenuhi kebutuhan dasar pascabencana," ujarnya.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Situasi di Aceh Tamiang pasca bencana yang terjadi akhir November lalu kini mulai kondusif. Sumber daya seperti listrik, bahan bakar, gas, dan air bersih pun telah tersedia kembali.
Aktivitas masyarakat juga mulai pulih, terutama dengan pasar yang kembali beroperasi. Pembersihan fasilitas umum terus dilakukan untuk mendukung pemulihan tersebut.
Dengan terjun langsungnya personel TNI dan Polri, pembersihan tempat ibadah dan sekolah menjadi prioritas utama. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi bagi warga terdampak.
Kondisi banjir bandang yang terjadi di Aceh Tamiang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan aset berharga akibat musibah ini.
Pejabat setempat berupaya keras untuk memulihkan situasi, termasuk menyediakan logistik dan dukungan psikososial bagi korban. Ini merupakan bagian dari proses rehabilitasi masyarakat untuk kembali ke kehidupan normal.
Masyarakat diharapkan untuk saling bahu-membahu dalam meringankan beban satu sama lain selama proses pemulihan ini.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: