Polri Gencarkan Pemulihan Gereja di Sumatra Utara Menjelang Natal
Polri mempercepat pemulihan tempat ibadah di Sumatra Utara agar perayaan Natal berlangsung aman dan nyaman bagi umat beragama. Langkah ini diambil menyusul dampak bencana yang mengganggu infrastruktur gereja di wilayah tersebut.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Utara, Whisnu Hermawan Februanto, menegaskan bahwa pembersihan dan perbaikan gereja menjadi prioritas utama untuk memastikan umat dapat beribadah tanpa kendala.
Pembersihan dan perbaikan gereja dilakukan secara intensif oleh Polri untuk memastikan tempat ibadah siap digunakan menjelang Natal. Proses ini melibatkan penghilangan puing-puing dan perbaikan infrastruktur yang rusak.
Whisnu Hermawan Februanto menjelaskan, "Sebagai wujud kepedulian, kami melakukan pemulihan melalui pembersihan dan perbaikan gereja. Pengamanan tempat ibadah serta relokasi ibadah ke lokasi dan posko ditentukan untuk Natal aman."
Ketika gereja tidak layak digunakan, Polri menyediakan alternatif lokasi di posko agar umat tetap dapat menjalankan ibadah. Hal ini dianggap penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Keamanan selama ibadah juga menjadi perhatian khusus untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Fokus pada pemulihan ini mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Polri berupaya memastikan kondisi fisik masyarakat yang terdampak bencana tetap terjaga. Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes), layanan kesehatan gratis diberikan kepada 6.041 warga yang membutuhkan.
Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan medis dan meringankan beban masyarakat pascabencana. Ketersediaan layanan kesehatan sangat vital agar masyarakat merasa diperhatikan.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, trauma healing juga menjadi fokus. Biro SDM Polri menjalankan program pendampingan untuk anak-anak dan lansia yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.
Kapolda Sumatra Utara menegaskan pentingnya pemulihan yang menyeluruh, "Kami berfokus pada pemulihan fisik dan psikologis para pengungsi." Langkah ini menunjukkan bahwa kebutuhan mental juga menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: