Cerita Xu Bo: Usahawan China dengan Klaim 300 Anak di Seluruh Dunia
Xu Bo, sosok pengusaha gim daring asal China, tengah menghebohkan publik dengan pengakuan memiliki lebih dari 300 anak di berbagai belahan dunia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Berita ini booming setelah Wall Street Journal mengungkap Bo memiliki lebih dari 100 anak melalui lembaga ibu pengganti di AS.
Xu Bo memang memiliki keinginan kuat untuk menciptakan keturunan yang bisa melanjutkan usaha dan nama besarnya. Ia pernah mengungkapkan ambisi untuk memiliki setidaknya 50 anak laki-laki yang dapat meneruskan bisnisnya tersebut.
Pada tahun 2023, Bo mengajukan permohonan hukum di pengadilan Los Angeles agar dapat diakui sebagai ayah sah dari anak-anak yang lahir lewat ibu pengganti. Hal ini menandakan keseriusannya dalam menentukan nasib anak-anaknya di masa mendatang.
Namun, klaim Bo tentang jumlah anak yang dimilikinya mulai menimbulkan keraguan dan kontroversi. Mantan kekasihnya, Tang Jing, mengungkapkan bahwa sebenarnya Bo memiliki lebih dari 300 anak, yang semakin menguatkan argumennya mengenai ambisi ekstrem Bo membangun dinasti.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Tang Jing melanjutkan cerita dengan mengungkapkan bahwa ia terlibat dalam perselisihan hak asuh atas dua anak perempuan mereka. Dia juga mengklaim bahwa dia menuntut Bo sebesar 300 juta yuan, yang dianggapnya sebagai utang yang masih harus dibayar.
Menurut Tang, selama rentang waktu 2012 hingga 2018, Bo mengirim uang sebesar 819 juta yuan, namun hanya 515 juta yuan yang sudah dibayar kembali. Mismanagement seperti ini sangat memengaruhi kesejahteraan anak-anak yang kini ia anggap sebagai bagian dari keluarganya.
Lebih jauh lagi, Tang menekankan bahwa banyak dari anak-anak tersebut tidak memiliki 'hokuo' atau registrasi kewarganegaraan, sehingga menimbulkan kerawanan dalam hak dan status mereka secara sosial.
Kasus Bo pun menarik perhatian luas dari media dan publik karena pengakuan yang kontroversial. Ia pernah mengungkapkan, 'Memiliki banyak anak dapat menyelesaikan semua masalah,' yang menunjukkan pandangan pragmatisnya terhadap keluarga.
Namun, Tang Jing berpendapat sebaliknya dan menunjukkan kepedulian mengenai bagaimana biaya pengasuhan anak-anak tersebut tanpa dokumen yang memadai dapat memengaruhi masa depan mereka. Ini menjadi salah satu sorotan dalam laporan yang diangkat media.
Reaksi dari publik pun membanjiri diskusi tentang moralitas dan tanggung jawab dalam hubungannya dengan banyak anak, terutama dalam situasi yang rumit seperti ini.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: