Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Sumatera: Langkah Menuju Normalisasi
Akses jalan dan aliran listrik di 52 daerah di Sumatera yang terkena dampak banjir mulai pulih sejak 30 November 2025. Proses pemulihan ini menunjukkan kemajuan yang signifikan berkat kolaborasi berbagai pihak.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menginformasikan bahwa pemulihan ini melibatkan banyak stakeholder, termasuk BNPB, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Upaya bersama ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi normal secepatnya.
Sejak 30 November, akses jalan mulai terhubung kembali meskipun sebelumnya sempat terputus total. "Seluruh lokasi terdampak itu 52 kabupaten. Hampir 52 kabupaten itu, jalur lintas kabupatennya terputus. Listriknya hampir mati," ungkap Teddy.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Teddy menegaskan bahwa pemulihan ini adalah hasil kerja keras banyak pihak. "Di tanggal 30, sedikit demi sedikit tapi pasti, dari 52 kabupaten itu tersambung lah jalan. Nyala lah listrik," jelasnya.
Dinas terkait dan petugas lapangan melakukan kerja sama dengan warga untuk memperbaiki jalan-jalan yang terputus. Teddy menekankan pentingnya optimasi kerja sama di saat darurat.
"Semuanya kita ini, termasuk warga setempat itu sama-sama sambungkan jalan. Petugas PLN ngangkut di tengah hujan, di atas gunung, segala macam, tanpa kamera," tuturnya, menyoroti dedikasi dalam pemulihan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Presiden RI Prabowo Subianto telah aktif memonitor situasi di daerah-daerah terdampak. Dalam kunjungannya, ia memastikan penanganan yang efektif.
Teddy mengungkapkan bahwa Presiden telah mengunjungi Aceh sebanyak tiga kali dan dua kali ke Sumatera Utara serta Sumatera Barat. "Bapak Presiden sudah ke Aceh tiga kali, ke enam kabupaten. Ke Sumatera Utara dua kali. Sumatera Barat dua kali. Masing-masing empat kabupaten," terang Teddy.
Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sebesar Rp 60 triliun untuk mendukung pemulihan setelah bencana ini. Dana tersebut untuk pembangunan rumah sementara dan fasilitas publik.
"Disampaikan Rp 60 triliun sudah dikeluarkan secara berangsur untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas semuanya, gedung DPRD, kecamatan juga," tegas Teddy.
Teddy mengharapkan adanya kerjasama yang kuat antara semua pihak dalam proses pemulihan. Ia menekankan bahwa keterbukaan untuk masukan konstruktif sangat penting.
"Sekali lagi, ayo kita saling bantu, saling jaga, saling dukung, sebarkan energi positif," pungkasnya, mengajak semua pihak untuk menjaga semangat kolaborasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: