Mengapa Perpisahan Menyulitkan Proses Move On?
Banyak individu mengalami kesulitan saat berusaha move on dari hubungan yang telah berakhir, terjebak dalam rasa sakit dan kenangan indah dari masa lalu.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Ada beragam faktor yang berkontribusi terhadap tantangan ini, mulai dari ikatan emosional hingga ketakutan terhadap masa depan yang tidak pasti.
Setiap hubungan yang dibangun pasti menghasilkan ikatan emosional yang kuat, terdiri dari rasa cinta dan momen kebersamaan yang sulit dilupakan.
Ketika perpisahan terjadi, individu sering kali masih merasa terhubung dengan mantan pasangan, menciptakan kesulitan dalam melanjutkan hidup.
Psikolog menjelaskan bahwa kedalaman hubungan yang dibangun mempengaruhi tingkat rasa sakit yang dirasakan setelah perpisahan. Semakin dekat hubungan, semakin kuat rasa sakit yang dapat dialami.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Setiap hubungan menyimpan banyak kenangan, baik itu suka maupun duka, yang sering kali terbayang dalam pikiran secara tiba-tiba.
Banyak individu menemukan kesulitan untuk melupakan momen-momen tersebut, sehingga proses move on menjadi semakin rumit.
Penelitian menunjukkan bahwa otak manusia cenderung lebih mengingat kenangan positif, membuat seseorang terperangkap dalam nostalgia yang tidak membantu proses pemulihan.
Perpisahan sering kali menimbulkan rasa takut untuk memulai hubungan baru, terutama jika seseorang telah mengalami trauma dari hubungan sebelumnya.
Ketidakpastian mengenai masa depan juga menjadi faktor penghambat yang membuat individu ragu untuk move on. Perubahan menyisakan perasaan kosong yang sulit diisi.
Berbagai studi menunjukkan bahwa individu yang terjebak dalam ketakutan cenderung lebih lambat dalam proses penyembuhan, merasa lebih nyaman dengan nostalgia daripada menghadapi kemungkinan baru.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: