DPR RI Kritis terhadap Donasi Bencana, Ferry Irwandi Beri Respon Menyentuh
Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, menghadapi kritik publik setelah pernyataannya soal donasi Rp10 miliar dari Ferry Irwandi untuk korban bencana di Sumatra. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja yang membahas penanggulangan bencana bersama Menteri Komunikasi dan Digital di Jakarta.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Endipat menciptakan kontroversi dengan membandingkan kontribusi individu dengan bantuan pemerintah yang diklaim mencapai triliunan rupiah. Hal ini memancing reaksi dari Ferry Irwandi serta dukungan masyarakat yang menghadapi sindiran tersebut.
Dalam rapat di DPR, Endipat Wijaya mempertanyakan donasi Rp10 miliar yang dikumpulkan oleh Ferry Irwandi, menekankan bahwa kontribusi individu tidak sebanding dengan upaya besar pemerintah. Ia mengatakan, 'Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal.'
Ia mengharapkan Kementerian Komunikasi dan Digital berperan lebih aktif dalam memperbarui informasi mengenai upaya pemerintah dalam penanggulangan bencana. Pernyataan ini, alih-alih mendorong dialog, justru memicu berbagai reaksi di media sosial dari mereka yang mendukung Ferry Irwandi.
Ferry Irwandi, CEO Malaka Project, merespons pernyataan tersebut di akun media sosialnya dengan tenang. Ia menyatakan, 'Saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal, berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua,' menunjukkan sikap positif meski dalam situasi kacaunya pernyataan tersebut.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Setelah pernyataannya viral dan banyak dibahas, Endipat Wijaya mencoba memperbaiki keadaan dengan menghubungi Ferry Irwandi untuk meminta maaf. Ferry mengonfirmasi melalui media sosialnya, menyebutkan bahwa, 'Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena enggaknya memelihara konflik di situasi seperti sekarang.'
Permintaan maaf ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang muncul di kalangan masyarakat akibat pernyataan Endipat. Keduanya sepakat pentingnya menjaga komunikasi dan mencegah kesalahpahaman yang bisa menimbulkan konflik lebih lanjut.
Sebagai bagian dari resolusi, sesi pertemuan juga dibahas untuk memastikan kerja sama lebih baik dalam penanggulangan bencana di masa depan, sehingga berbagai inisiatif sosial dapat saling mendukung.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, memberikan dukungan positif terhadap inisiatif warga seperti yang dilakukan oleh Ferry Irwandi. Ia menyebut, 'Gerakan warga bantu warga seperti yang dilakukan oleh banyak lembaga sosial, komunitas, hingga individu merupakan aksi nyata dari semangat gotong-royong dan kepedulian sosial.'
Pandangan ini menunjukkan bahwa kontribusi individu dalam penanggulangan bencana sangat berarti dan pantas diapresiasi. Dengan dukungan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk berpartisipasi dalam aksi-aksi sosial yang bermanfaat.
Dukungan dari pihak pemerintah juga dapat berfungsi sebagai pendorong bagi individu lain untuk ikut serta dalam membantu sesama, menciptakan rasa solidaritas yang tinggi di tengah bencana.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: