Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Jepang, Korban dan Kerusakan Melonjak
Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang bagian utara Jepang pada Senin malam, menimbulkan sejumlah korban serta kerusakan yang cukup parah.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Sekitar 30 orang dilaporkan terluka dan badan meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami yang memaksa ribuan penduduk untuk mengungsi.
Gempa terjadi di pantai Pasifik Jepang, tepatnya di Misawa, yang memaksa warga untuk segera meninggalkan rumah mereka.
Akibatnya, ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, menambah beban bagi penduduk yang harus mengungsi dengan cepat.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami dengan prediksi gelombang setinggi tiga meter.
Meskipun gelombang yang mendarat di pelabuhan Aomori hanya berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter, peringatan tsunami sempat berlaku selama beberapa jam sebelum dicabut.
Sebanyak 30 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa, dengan satu korban di Hokkaido dalam kondisi kritis.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran setempat memberikan informasi awal mengenai situasi ini dan mengonfirmasi sejumlah kerusakan pada infrastruktur.
Rekaman video menunjukkan banyak kerusakan di permukaan jalan, termasuk retakan dan sebuah mobil yang terperosok ke dalam lubang.
Sementara itu, juru bicara pemerintah menyatakan bahwa hingga saat ini, hanya satu kebakaran yang terkonfirmasi terjadi akibat gempa ini.
Layanan kereta cepat Shinkansen terpaksa dihentikan di beberapa wilayah demi pemeriksaan kerusakan yang mungkin terjadi.
Di sisi positif, pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah dekat Jepang dilaporkan tidak menunjukkan adanya kelainan, sehingga situasi dianggap tetap terkendali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: