BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 15:21 WIB

Radiasi di Cikande, Banten: Situasi Darurat dan Langkah Penanganan Segera

Radiasi di Cikande, Banten: Situasi Darurat dan Langkah Penanganan SegeraRadiasi di Cikande, Banten: Situasi Darurat dan Langkah Penanganan Segera

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa situasi radiasi di Cikande, Serang, Banten, masih berada dalam kategori darurat. Hal ini disebabkan adanya 1.136,6 ton material terkontaminasi yang tersimpan di interim storage milik PT PMT.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Dalam rapat bersama Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Hanif menekankan perlunya perencanaan detail untuk penanganan material terkontaminasi tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya kajian lebih lanjut terkait keberadaan bahan nuklir cesium di bawah pondasi bangunan.

Penanganan Material Terkontaminasi

Menteri Hanif menjelaskan bahwa langkah-langkah penanganan material terkontaminasi harus segera dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menekankan, 'Memang kondisinya sangat darurat sehingga ke depan diperlukan segera dilakukan perencanaan detail.'

Material yang terkontaminasi saat ini disimpan di interim storage milik PT PMT yang merupakan hasil dari lokasi perusahaan tersebut. Konsentrasi bahan nuklir di area ini memerlukan perhatian khusus untuk mencegah risiko lebih lanjut terhadap masyarakat dan lingkungan.

Hanif juga menyebutkan bahwa dekontaminasi di 12 titik telah selesai, tetapi satu titik perlu pemeriksaan lebih lanjut. 'Kami masih memerlukan kajian lebih lanjut,' ungkapnya, mengisyaratkan kemungkinan perlunya pengerobohan rumah jika cesium ditemukan di pondasi.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Deteksi Radionuklida di Kendaraan

Kementerian Lingkungan Hidup berupaya memonitor kendaraan yang keluar dari kawasan Cikande dengan menggunakan alat portable radiation monitoring (RPM). Dari 71.000 kendaraan yang terpantau, sebanyak 48 kendaraan terdeteksi mengandung radionuklida.

Setiap kendaraan yang terkontaminasi akan langsung dilakukan dekontaminasi. Hanif menambahkan, 'Ini terjadi pada awal-awal hari saat kejadian, kemudian tidak muncul lagi kejadian sejak dua–tiga minggu setelah kejadian.'

Tindakan ini menunjukkan upaya proaktif pemerintah dalam mengendalikan situasi dan menjaga keselamatan masyarakat sekitar. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada kendaraan yang melepaskan radiasi ke lingkungan.

Rencana Dekontaminasi dan Penanganan Lanjutan

Perencanaan dekontaminasi lebih lanjut akan melibatkan berbagai lembaga terkait untuk mencapai hasil yang efektif. Hanif menekankan pentingnya memiliki rencana yang komprehensif agar proses penanganan dapat berjalan lancar.

Sementara itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi tentang situasi di Cikande. Kementerian akan terus memberikan update terhadap perkembangan kondisi dan langkah-langkah yang diambil.

Melihat kompleksitas situasi yang ada, jelas bahwa penanganan radiasi ini membutuhkan waktu dan kolaborasi dari berbagai pihak. Meski demikian, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Radiasi di Cikande, Banten: Situasi Darurat dan Langkah Penanganan Segera

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!