BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 14:14 WIB

Pemangkasan Tenaga Kerja di Singapura: Dampak dan Proyeksi

Pemangkasan Tenaga Kerja di Singapura: Dampak dan ProyeksiPemangkasan Tenaga Kerja di Singapura: Dampak dan Proyeksi

Hampir 20 ribu orang kehilangan pekerjaan di Singapura akibat pemangkasan tenaga kerja di berbagai sektor. Data terbaru dari Kementerian Perdagangan dan Industri memperlihatkan sekitar 19.800 tenaga kerja terpaksa berkurang dalam tujuh sektor utama.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Sektor-sektor yang terdampak meliputi real estate, teknologi, dan jasa profesional, mengindikasikan adanya tren mengkhawatirkan dalam pasar tenaga kerja Singapura.

Dampak Pemangkasan Tenaga Kerja di Berbagai Sektor

Data Kementerian Perdagangan dan Industri menunjukkan bahwa pemangkasan paling signifikan terjadi di sektor real estate, dengan total 4.400 pekerjaan yang hilang. Selain itu, sektor teknologi dan jasa profesional mencatat pengurangan hingga 4.100 pekerjaan.

Sektor perdagangan juga mengalami dampak yang tidak kalah signifikan, dengan sektor ritel kehilangan 3.800 pekerjaan dan grosir sekitar 1.900. Hal ini menandakan tantangan yang dihadapi sektor-sektor kunci dalam perekonomian Singapura.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Faktor Penyebab Pemutusan Hubungan Kerja

Di sektor real estate, pemangkasan terjadi sebagai upaya pemerintah untuk melakukan pendinginan pasar properti. Tindakan ini bertujuan menjaga stabilitas pasar domestik, namun berdampak pada penurunan lapangan kerja.

Sementara itu, pada sektor teknologi, terdapat penyesuaian terhadap demand skill tertentu. Hal ini menyebabkan selisih dalam area fungsional yang belum sepenuhnya terisi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan dan pengolahan data.

Perspektif dan Proyeksi Masa Depan

Gelombang PHK ini menunjukkan adanya perubahan yang lebih luas dalam lanskap pekerjaan di Singapura, di mana sektor-sektor yang sebelumnya stagnan mulai menghadapi tantangan baru. Dibutuhkan investasi dalam pelatihan ulang dan pengembangan keterampilan untuk membantu tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan.

Kementerian terkait diharapkan mengadopsi langkah-langkah yang tepat agar pasar tenaga kerja dapat pulih dan berkembang kembali seiring dengan perubahan kebutuhan industri.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemangkasan Tenaga Kerja di Singapura: Dampak dan Proyeksi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!