ZONA MEGATHRUST DI INDONESIA: RIKSA GEMPA DAN TSUNAMI MENGINTAI
Zona megathrust di Indonesia kini meningkat menjadi 14, memperbesar risiko gempa dan tsunami yang mengancam berbagai wilayah.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Peta Sumber dan Bahaya Gempa 2024 menunjukkan penambahan signifikan dalam segmen megathrust dibandingkan peta sebelumnya yang dirilis pada 2017.
Peta terbaru menunjukkan total 14 segmen megathrust yang teridentifikasi di wilayah Indonesia, dengan tambahan baru serta beberapa segmen yang diperbarui.
Di antara 14 zona yang ada, ada tiga segmen berlokasi di Filipina yang juga berpotensi berdampak ke Indonesia, menandakan perluasan perhatian terhadap risiko gempa.
Pembaruan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bahaya aktivitas seismik di wilayah Indonesia dan perlunya kewaspadaan di daerah rawan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Salah satu penambahan signifikan adalah zona megathrust baru di Cotobato Trench, dengan potensi magnitudo 8,3, yang tidak teridentifikasi dalam peta 2017.
Terlepas dari penambahan ini, lima segmen megathrust juga dihapus dari daftar aktif setelah evaluasi mendalam, mencerminkan situasi seismik yang tidak lagi mengancam.
Penghapusan segmen-segmen ini menunjukkan bahwa tidak semua daerah berisiko tinggi, tetapi tetap memerlukan pengawasan reguler demi keamanan masyarakat.
Zona megathrust Aceh-Andaman masih menyimpan potensi terbesar dengan kekuatan maksimum hingga magnitudo 9,2, sementara zona Jawa diikuti dengan potensi 9,1.
Beberapa zonasi lain juga diperbarui, termasuk Mentawai-Pagai dan Sulawesi Utara, yang menunjukkan peningkatan risiko, sesuai dengan data terbaru.
Daftar lengkapnya mencakup Zona Megathrust Aceh-Andaman, Nias-Simelue, Batu, Mentawai-Siberut, Mentawai-Pagai, Enggano, Jawa, Sumba, dan beberapa lainnya yang wajib dipantau secara reguler.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: