Stroke: Terhadap Ancaman yang Mengintai Generasi Muda
Stroke bisa datang tiba-tiba dan mengancam jiwa hanya dalam hitungan menit, sebuah kondisi yang sering dianggap sebagai masalah bagi orang tua saja.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Kini, dengan faktor risiko tersembunyi, populasi yang lebih muda juga menjadi sasaran yang patut diwaspadai.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat atau terjadi pendarahan di dalam otak, yang bisa mengakibatkan kerusakan serius dalam waktu singkat.
Dr. Sunil Kutty dari New Era Hospital menekankan pentingnya penanganan tepat waktu, 'Stroke membutuhkan penanganan yang tepat waktu. Pengenalan dini dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah kecacatan atau kematian.'
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology pada tahun 2020 menunjukkan bahwa perawatan dalam waktu 0-90 menit setelah gejala muncul dapat meningkatkan prognosis pemulihan pasien.
Bila penanganan terlambat, dampaknya bisa fatal, sehingga meningkatkan kesadaran terhadap gejala stroke menjadi sangat penting.
Salah satu faktor risiko yang sering diabaikan adalah obstructive sleep apnea (OSA).
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dr. Amit Kulkarni dari Sakra World Hospital menjelaskan, 'Sekitar 50-70 persen orang yang mengalami stroke juga mengidap apnea tidur. OSA kini diakui sebagai salah satu faktor risiko utama stroke berulang.'
Penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tahun 2005 menunjukkan bahwa OSA dapat meningkatkan risiko stroke atau kematian hingga hampir dua kali lipat.
Meskipun telah memperhitungkan faktor risiko lain seperti hipertensi dan diabetes, dampak OSA tetap signifikan dan tidak bisa diabaikan.
Pada stroke iskemik, pengencer darah harus diberikan tidak lebih dari empat setengah jam setelah gejala muncul.
Dalam kasus oklusi besar, prosedur trombektomi mungkin diperlukan untuk meminimalisasi kerusakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: